rb3kaumanlasem

Just another WordPress.com site

PENGALAMAN MENGUNJUNGI PUSAT PENANGGULANGAN BENCANA KITAKU JEPANG Februari 14, 2012

Filed under: Rb3 kauman lasem rembang — rb3kaumanlasem @ 11:08 pm

 

PENGALAMAN MENGUNJUNGI PUSAT PENANGGULANGAN BENCANA KITAKU JEPANG DAN MUSEUM PERINGATAN PERDAMAIAN HIROSHIMA

Pada tanggal 25 Januari s/d 4 Februari 2012 12 dari Pimpinan Pondok Pesantren di seluruh Indonesia, termasuk KH.M.Zaim Ahmad Ma’shoem Pembina RB3 Pondok Pesantren Kauman Lasem mengunjungi Jepang atas undangan Gaimuso, Kementerian Luar Negeri Jepang. Tempat berkesan yang dikunjungi antara lainPusatPenanggulanganBencanaKitakuJepangdanMuseumPeringatan PerdamaianHiroshima.Adabeberapa pelajaran berharga dari kunjungan tersebut untuk dapat diterapkan/ dipadukan diIndonesiadalam rangka Program Penanggulangan Bencana dan Pasca Bencana di daerah-daerah.

 

1.Pemerintah Jepang mendirikan Pusat Penanggulangan Bencana Kitaku. Secara reguler menyelenggarakan simulasi penanggulangan bencana yang diikuti semua elemen masyarakat. Diikuti petugas terlatih penanggulangan bencana, relawan, pegawai pemerintah/ swasta, siswa SD sampai perguruan tinggi, dan berbagai elemen masyarakat lainnya.

Penyelenggaraan simulasi penanggulangan bencana dilakukan dengan sungguh-sungguh seperti kejadian sebenarnya. Dilakukan secara total dan teliti. Tidak main-main atau sekedar seremonial. Sangat serius, tidak boleh bercanda. Harus disiplin sesuai prosedur. Jika peserta melakukan kesalahan sedikit saja dalam posisi, sikap atau tindakan maka simulasi dihentikan sementara sampai ada pembetulan, karena dapat berakibat fatal pada kejadian sebenarnya. Simulasi bencana terdiri dari pemadaman api, gas beracun dan gempa.

Apakah Pusat Penanggulangan BencanaIndonesiasama dengan yang dimiliki Jepang dalam hal kemampuan teknologi, pengetahuan, fasilitas dan sistem manajemen?

 

2.Jepang mendirikan Museum Peringatan Perdamaian Hiroshima untuk peringatan dijatuhkannnya bom atom diHiroshimadanNagasaki. Memberi pesan perdamaian di muka bumi agar kita selalu koreksi diri dan menghilangkan rasa dendam dan permusuhan. Agar bangsa-bangsa di dunia lebih mengutamakan kesejahteraan ummat manusia daripada perang, menjalin kerjasama dan memajukan teknologi.

Museum Perdamaian tersebut memberikan inspirasi, dalam konteks penanggulangan bencana di Indonesia apakah pemerintah sudah mendirikan Museum Gempa dan Tsunami Aceh melambangkan perdamaian dan solidaritas  suku-suku bangsa di Indonesia yang begitu besar dan tulus untuk saudaranya suku bangsa Aceh sekaligus untuk penelitian gempa? Apakah sudah mendirikan Museum Merapi Yogya untuk penelitian gunung merapi dan hubungannya dengan budaya local/ setempat? Apakah sudah mendirikan Museum Lumpur Lapindo untuk penelitian geografis dan pengembangan kawasan terpadu? Pemerintah Jepang dapat membantu PemerintahIndonesiauntuk merealisasikannya dengan melibatkan komunitas setempat seperti pondok pesantren dan masyarakat rawan bencana lainnya.

 

3.Untuk meminimalisir resiko bencana kemampuan presisi BMG Indonesia masih perlu ditingkatkan. Dan mencontoh Jepang : Rumah kayu dan tembok untuk pemukiman dan perkantoran di Jepang hampir semuanya telah memenuhi standard konstruksi anti gempa.

 

4. Gelombang tsunami di Jepang 11 Meret 2011 sepanjang 500 km dari garis pantai. Memakan korban 15.000 orang tewas dan 3000 orang hilang. Telah mengajarkan bahwa masyarakat Jepang yang mendapat musibah tetap sabar, tabah, saling menolong,  dan mau antri. Tidak ada penjarahan dan meminta-minta di jalan (mengemis). Warga yang selamat membentuk task force relawan sigap bencana. Menunjukkan mereka telah matang, terbukti tidak begitu panik, tetapi bersikap rasional dan realistis. Dibantu petugas dan relawan yang menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh, professional, sukarela, bekerja siang dan  malam dalam keadaan darurat bencana. Bahkan mengutamakan keselamatan korban daripada keselamatnnya sendiri, seperti yang dicontohkan oleh perawat asalIndonesiayang bekerja di Negara Sakura tersebut.

Masyarakat umum Jepang sendiri selama ini menjaga ,memelihara dan melestarikan alam dan lingkungan. Nilai-nilai positif moralitas bangsa Jepang tersebut sejalan dengan nilai-nilai yang lahir dan tumbuh di dunia pesantren selama berabad-abad. Mencontoh Jepang, ketahanan masyarakatIndonesiaterhadap bencana di daerah-daerah perlu dilakukan dengan menanamkan  nilai-nilai tersebut yang digali dari falsafah Pancasila. Dan pondok pesantren dapat terus menerus membantu melakukan sosialisasi (transformasi nilai).

Bukan sekali ini saja Jepang tangguh menghadapi bencana.

Seperti pembomanHiroshimaoleh Amerika Serikat yang didahului oleh penyerangan Jepang terhadap basis militer Amerika Serikat di  Pearl Harbor, Hawai tahun 1941.

Maka pada pukul 08.15 pagi, tanggal 6 Agustus 1945, bom atom dijatuhkan dan diledakkan kira-kira 580 meter di atas pusatkotaHiroshima. Dalam waktu singkat, ledakan bom atom tersebut memusnahkan dan menghanguskankota, serta menyapu bersih kehidupan yang tidak ternilai harganya dan menimbulkan kerusakan pada seluruh fungsikota. Bom atom ini meluluhlantakkan segala benda yang berada di bawahnya dengan kekuatan radiasi tinggi yang menembus dan menghancurkan sel-sel tubuh manusia. Temperatur udara di daerah pusat ledakan mencapai beberapa juta derajat celcius (Besi meleleh pada suhu 1536 derajat celcius). Sampai jarak 2 km baju dan cucian yang ada di luar rumah langsung terbakar. Ledakan bom atom disertai tekanan udara  menimbulkan kerusakan total rumah kayu berjarak 2,3 km. Sekitar 85 %  gedung-gedung yang terletak radius 3 km mengalami kerusakan. Sampai jarak 600 meter menimbulkan gelembung-gelembung pada atap keramik. Belum lagi kerugian moril, ancaman kehidupan dan kerusakan psikologis bagi mereka yang selamat dari bencana bom atom terbesar sepanjang sejarah. Mereka yang selamat juga kehilangan sanak saudara, tetangga dan hubungan sosialnya. Kerusakan yang tidak nyata terlihat berupa rasa sakit yang diderita para korban. Kerusakan terjadi secara cepat, meluas dan menyakitkan, memberikan dampak social yang tiada habisnya.

Adapun kerusakan jasmani yang disebabkan oleh bom atom tersebut adalah luka-luka yang ditimbulkan oleh sinar panas yang membakar apa saja di bumi. Perkiraan korban tewas 150.000 orang. Disamping luka-luka akibat sinar panas dan ledakan, kerusakan terhadap tubuh manusia akibat bom atom termasuk hancurnya sel-sel oleh radiasi. Korban radiasi pada tubuh manusia yang disebabkan oleh ledakan bom atom secara kasar dikategorikan sbb: Dalam kadaan tiidak sadar atau koma, meninggal dalam beberapa jam. Kerusakan pada sumsum tulang, jumlah sel dan darah putih menurun diperkirakan meninggal dunia dalam waktu 30 hari. Mual dan muntah-muntah, pembentukan sel pada sumsum tulang belakang dan darah putih menurun. Perubahan tampak pada getah bening yang dihasilkan oleh sumsum tulah belakang. Resiko terendah tidak timbul gejala, namun berpotensi beberapa tahun kemudian. Setelah pemboman gejala yang terjadi setelah radiasi timbul secara tiba-tiba, dan mereda setelah 5 bulan yang disebut “akitat akut” meliputi

a.Penyakit gangguan pencernaan (mual-mual, kehilangan nafsu makan, diare)

b.Penyakit syaraf (sakit kepala, mengigau, sulit tidur)

c.Kelelahan (rambut rontok, kehilangan tenaga, badan lemah)

d.Pendarahan (muntah darah, kencing darah, berak darah)

e.Infeksi (demam, sariawan, infeksi kulit)

f.Penyakit darah (kehilangan sel darah putih atau sel darah merah)

g.Penyakit yang mempengaruhi organ pembiakan/ reproduktif (tidak mempunyai sperma, gangguan menstruasi).

Lama setelah pengaruh radiasi akut mereda, kerusakan yang disebabkan oleh radiasi terus berlanjut dan menimbulkan masalah-masalah fisik (cacat) yang meluas. Seperti keloid (jaringan luka bakar yang sembuh mulai membengkak dan tumbuh tidak normal. Seperti tumpukan daging dan membelit), leukemia (penyakit darah putih yang berbahaya), kanker (kanker payudara, paru-paru dll), pengaruh genetic/ keturunan, dll.

Bom atom mempunyai pengaruh yang berkepanjangan dan total. Korban yang meninggal tidak hanya mereka yang mati seketika pada waktu ledakan. Tetapi temasuk para penduduk yang berusaha menyelamatkan diri dari pemboman, juga mereka yang memasukikotaterkontaminasi radiasi  setelah terjadinya pemboman sehingga banyak orang yang meninggal kemudian.

Dapat dibayangkan kedahsyatan bencana kemanusiaan yang ditimbulkan senjata nuklir nanti yang kekuatan perusak dan radiasinya berkali-kali bom atom.

Sebelum pembomanHiroshima, seluruh pabrik diHiroshimamengubah seluruh keperluan rakyat sehari-hari, menjadi produksi barang kebutuhan militer. Kebutuhan sehari-hari wargakotamenjadi sulit dan sangat terbatas, sebab besar-besaran telah dikerahkan untuk melayani kebutuhan perang atau militer. Sehingga wargaHiroshimasemakin menderita pasca pemboman. Tidak jauh beda korban bom atom diNagasakimerenggut nyawa tidak kurang 100.000 orang.

Adaanggapan bahwakotamati yang sudah luluh lantak ini tidak bisa dibangun kembali dan tanaman tidak akan bisa tumbuh diHiroshimadanNagasakiselama 75 tahun. Namun ajaib, korban yang selamat kembali dari tempat evakuasi dan segera membangun tempat penampungan sementara. Pasca kekacauan sehabis perang dan kebingungan yang meluas dalam suasana psikologis kalah perang dan pendudukan asing, penduduk berusaha terus menerus membangun kotanya sambil menghadapi keterbatasan, hambatan dan kesusahan yang sangat berat.

Namun kerusakan yang ditimbulkan bom atom tidak dapat dipulihkan dalam jangka beberapa waktu. Walaupun rehabilitasi telah bertahun-tahun bahkan melewati beberapa decade, ketakutan terhadap bahaya radiasi selalu muncul. Penelitian mengenai efek radiasi merupakan suatu keharusan dan dilakukan segera setelah Jepang merdeka. Penelitian mengenai pengaruh lanjutan radiasi dan ungkapan kesedihan para korban berangsur-angsur diadakan secara terbuka dan ditangani.

Perhatian pemerintah terhadap korban bom atom juga dilakukan lewat undang-undang. Tahun 1957 dibuat Undang-Undang Perawatan Korban Bom Atom dan tahun 1968 melalui Undang-Undang Kesejahteraan Khusus Korban Bom Atom. Dibuat untuk memberikan jaminan perawatan dan kesejahteraan terhadap korban yang selamat. Kedua undang-undang tersebut pada tahun 1995 digabung menjadi Undang-Undang mengenai Bantuan terhadap Korban Bom Atom yang Selamat. Dengan undang-undang ini memungkinkan diberikannya bantuan yang terpadu kepada korban yang berkaitan dengan kesehatan sekaligus kesejahteraannya pula.

Seakan menjadi langganan gempa,  pada 17 Januari 1995 gempa bumi di Kobe meski beberapa detik tapi efek kerusakannnya sangat fatal. Berkekuatan goncangan 7 (tidak memakai parameter skala richter). Gempa dahsyat tersebut memakan korban 6000 orang tewas.

Seperti halnya  di Indonesiabelakangan ini sering mengalami bencana. Baru-baru iniIndonesiamendapat pengakuan/ penghargaan dari PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) yang diterima Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terhadap kemampuan Negara ini melakukan rehabilitasi dengan cepat dan tepat pasca bencana. Di masa pemerintahan SBY banyak sekali wilayahIndonesiamengalami bencana. Mungkin Indonesia-Jepang bisa saling belajar dan berbagi.

5.Rahasia ketangguhan bangsa Jepang melewati dari bencana ke bencana.

Sungguh ketangguhan Jepang  terhadap bencana merupakan pemandangan keajaiban peradaban suatu bangsa dengan moralitas tinggi di abad ini. Tragedi kemanusiaan yang menimpanya memberi motivasi untuk bangkit. Untuk mengabadikan penderitaan dan perjuangan tersebut dibangun Museum Peringatan Perdamaian Hiroshima dan 3 bangunan lainnya yaitu :

I.Tugu Peringatan Korban Bom Atom. Dengan ikrar kebulatan tekadHiroshimayang memikul penderitaan di masa lalu, bekerja keras lebih penting daripada kemarahan dan kebencian, guna merealisasasikan perdamaian dan kemakmuran bersama.

II.Monumen Perdamaian Anak-anak. Juga dikenal dengan nama Menara Bangau-bangau Kertas. Monumen ini diilhami oleh Sadako Sasaki, anak gadis periang yang lumpuh oleh pengaruh radiasi lanjut, terjangkit leukemia 10 tahun kemudian. Di rumah sakit, ia melipat-lipat kertas membuat lebih dari seratus bangau dari kertas pembungkus obat dengan harapan dapat sembuh dari penyakitnya. Sadako dan teman sekelasnya terus melipat kertas membuat bangau sampai ajal menjemputnya. Untuk mengenang menghormati perjuangan, kesabaran dan ketulusan hatinya, teman-temannnya menggugah masyarakat dunia membangun monument tersebut,

III.Kubah Bom Atom

Sejak permulaan abad 20 Hiroshimaberkembang secara ekonomi membutuhkan fasilitas pusat melalui rute-rute perdagangan. Maka pada tahun 1915 selesai dibangun Balai Pameran Perdagangan Hiroshima.  Dan tahun 1921 berganti nama menjadi Balai Pameran Produksi Propinsi Hiroshima. Dan tahun 1933 berganti nama lagi menjadi Balai Promosi Industri Propinsi Hiroshima. Selama perang , ekonomi Jepang menjadi lebih buruk. Puncaknya bangunan 160 meter itu rusak berat oleh ledakan bom atom. Semua orang dalam gedung tewas. Ajaibnya sebagian dari pusat kubah masih tetap berdiri tegak. Kerangka kubah bangunan tersebut tampak menjulang tinggi dari reruntuhan dan mudah dikenal sehingga terkenal sebagai “Kubah Bom Atom”, kemudian diabadikan sebagai symbol perdamaian dunia dan tentu saja memberi spirit kebangkitan ekonomi Jepang dan pantang  menyerah (semangat bushido). Karena tingginya arti kubah tersebut bagi perdamaian dan mewariskan perjuangan panjang masyarakat Hiroshimakemudian tahun 1996 dimasukkan  ke dalam daftar warisan dunia UNESCO sebagai Peringatan Perdamaian Hiroshima.

Keberhasilan Jepang sekarang ini tidaklah dapat dipisahkan dari kebangkitan bangsa Jepang dari keterpurukannya sebelum lahirnya era terang yang sering disebut sebagai “Restorasi Meiji”. Peristiwa Restorasi Meiji 1868 adalah sejarah agung manusia Jepang yang pengaruhnya begitu abadi bagi bangsa Jepang hingga saat ini.

Restorasi meiji.. suatu pembelajaran dari Jepang yang cukup baik untuk kita renungkan dan terapkan semangatnya bagi Indonesia agar Indonesia menjadi negara yang kembali bangkit menjadi Negara maju. Dalam kontek  masyarakat yang tidak mau berubah tidak akan mampu menghadapi perkembangan zaman, ilmu pengetahuan dan kemajuan teknologi, mereka akan tertinggal dan terus tertinggal.
Lalu bagaimana dengan bangsa Indonesia? Di kawasan Asia Tenggara, bangsa Indosesia dalam banyak hal sering dikonotasikan negatif oleh bangsa lain. Setelah lebih dari 60 tahun merdeka, dan baru-baru ini telah memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang Ke-100, serta Reformasi 1997  masih saja bergerak lamban, bahkan mungkin saja jalan di tempat. Seharusnya kita melihat bangsa lain yang semakin maju seperti Jepang ini yang sebelumnya juga terbelakang, miskin dan tradisionil, sebagai cambuk untuk maju.

Melihat kepada keberhasilan manusia dan masyarakat Jepang yang cukup menarik perhatian umat manusia karena berbagai hal, bangsa Jepang telah membelalakkan mata dunia pasca pemboman Hiroshima dan kekalahan perangnya kembali bangkit menjadi pemenang di masa damai dengan menjadi bangsa yang pilih tanding dalam kompetensi ilmu pengetahuan dan teknologi.

Restorasi Meiji inilah sebagai katalis dalam kemajuan Jepang menuju negara industri maju. Keberhasilan Restorasi Meiji ini diakui dunia tidak ada bandingannya di seluruh dunia. Dalam jangka waktu hanya sekitar 30 tahunan telah berhasil membawa Jepang dari negara terisolasi menjadi negara maju yang kompetitif dengan negara-negara barat.

Restorasi Meiji ini juga telah melahirkan tokoh-tokoh yang amat berpengaruh bagi kemajuan Jepang seperti Fukuzawa Yukichi tokoh modernisasi pendidikan Jepang, Dalam era Restorasi Meiji ini ia mampu memberi pengaruh yang amat besar, yang hingga kini mampu menggerakkan masyarakat Jepang untuk mencari ilmu dan terus belajar.

Perubahan yang begitu besar bagi masyarakat Jepang ini juga tidak terlepas dari mental model manusia Jepang yang memang telah lama diwarisi dan terbentuk oleh mental Bushido atau jalan hidup samurai (kerja keras, jujur, ikuti pemimpin, tidak individualis, tidak egois, bertanggung jawab, bersih hati, harus tahu malu).

Selain itu konsistensi karakter manusia Jepang baik dirumah, sekolah maupun di masyarakat, juga berpengaruh bagi terwujudnya social order yang nampak otomatis dimiliki manusia Jepang. Realitas bangsa Jepang yang sungguh-sungguh memberikan kontribusi dan menolong manusia lainya (20% : 80%), juga memberi pengaruh bagi terbentuknya karakter manusia Jepang dengan filosofinya yang rasionalis.
GAMBARAN UMUM RESTORASI MEIJI

Dahulu, Jepang merupakan negara yang sangat miskin sehingga banyak orang-orang Jepang yang merantau meninggalkan negaranya mencari kehidupan baru di Amerika, Brazil atau Peru yang saat itu sedang dalam proses kelahiran suatu negara. Sehingga tidak heran kalau pernah mendengar istilah “Nikei” yaitu sebutan untuk orang Amerika, Brazil, atau Peru keturunan Jepang.
Dalam kurun waktu bergulirnya Restorasi Meiji (Meiji Ishin) tahun 1868 dan dekade sesudahnya, bangsa Jepang telah membuktikan diri kepada dunia sebagai bangsa yang memiliki kompetensi ilmu pengetahuan dan teknologi maju yang dapat disejajarkan dengan Amerika dan negara maju lainnya.

Restorasi Meiji merupakan usaha besar-besaran kaisar Meiji untuk menciptakan Jepang baru, yaitu transformasi dari negara yang terisolasi dan miskin menjadi negara yang modern. Restorasi Meiji membawa perubahan besar dalam kehidupan bangsa Jepang, terutama pendidikan. Sebelum Restorasi Meiji, Jepang melaksanakan pendidikannya berdasarkan sistem masyarakat feodal, yaitu pendidikan untuk samurai, petani, tukang, pedagang, serta rakyat jelata. Kegiatan ini dilaksanakan di kuil dengan bimbingan para pendeta Budha yang terkenal dengan sebutan Terakoya (sekolah kuil) .
Dalam kurun waktu bergulirnya Restorasi Meiji (Meiji Ishin) tahun 1868 dan dekade sesudahnya, bangsa Jepang telah membuktikan diri kepada dunia sebagai bangsa yang memiliki kompetensi ilmu pengetahuan dan teknologi maju yang dapat disejajarkan dengan Amerika dan negara maju lainnya.

Hal yang terpenting dari restorasi ini adalah restorasi dibidang pendidikan, yaitu mengubah sistem pendidikan dari tradisional menjadi modern (saat itu dimulai dengan mengadopsi sistem Jerman), program wajib belajar, mengirim mahasiswa Jepang untuk belajar ke luar negeri (ke Francis dan Jerman), dan meningkatkan anggaran sektor pendidikan secara drastis.
Semenjak Restorasi Meiji dikibarkan pemerintah Jepang terus menjalankan kebijaksanaannya dengan mulai giat menerjemahkan dan menerbitkan pelbagai macam buku, di antaranya tentang ilmu pengetahuan, sastra, maupun filsafat. Para pemuda banyak dikirim ke luar negeri untuk belajar sesuai dengan bidangnya masing-masing, tujuannya jelas yaitu mencari ilmu dan menanamkan keyakinan bahwa Jepang akan dapat setara dengan kemajuan dunia Barat.
Sebuah doktrin penting yang mengilhami restorasi Meiji dan menjadi pandangan hidup orang Jepang tentang pentingnya pendidikan, dirumuskan pertama kali oleh Fukuzawa Yukichi, bapak pendidikan Jepang yang hidup pada zaman Meiji. Menurut Fukuzawa dalam bukunya berjudul Gakumon no Susume (Jepang: di antara Feodalisme dan Modernisasi), kedudukan manusia dalam suatu negara harus ditentukan oleh status pendidikannya, bukan oleh nilai-nilai yang dibawa sejak lahir sebagai warisan. Atas pemikiran dan upaya yang luar biasa dari Fukuzawa dalam merestorasi pendidikan Jepang, pemerintah Jepang hingga saat ini memberikan kehormatan tertinggi dengan menampilkan gambar Fukuzawa dalam nilai tertinggi dari mata uang Jepang, sepuluh ribu yen.
Kemajuan bangsa Jepang terus bertambah sesudah tentara pendudukan Amerika Serikat (AS) — setelah Jepang kalah perang pada PD II — banyak memberikan dorongan pada bangsa Jepang untuk mencurahkan perhatiannya pada bidang pendidikan. Struktur baru pendidikan yang dikembangkan Amerika Serikat dalam Cummings (1984), ada empat hal pokok yang dapat dijelaskan.
Pertama, sekolah dasar (SD) wajib selama enam tahun dan tidak dipungut biaya. Tujuannya untuk menyiapkan anak menjadi warga yang sehat, aktif menggunakan pikiran, dan mengembangkan kemampuan pembawaannya. Kedua, sesudah SD ada sekolah lanjutan pertama selama tiga tahun, bertujuan untuk mementingkan perkembangan kepribadian siswa, kewarganegaraaan, dan kehidupan dalam masyarakat serta mulai diberikan kesempatan belajar bekerja.
Ketiga, setelah sekolah lanjutan pertama, ada sekolah lanjutan selama tiga tahun. Bertujuan untuk menyiapkan siswa masuk perguruan tinggi dan memperoleh keterampilan kerja. Keempat, universitas harus berperan secara potensial dalam mengembangkan pikiran liberal dan terbuka bagi siapa saja, bukan pada sekelompok orang. Munculnya struktur baru pendidikan di Jepang yang di kembangkan Amerika Serikat, merupakan bentuk “revisi” dari struktur pendidikan lama yang sudah ada sebelum Perang Dunia II.
Saat ini wajib belajar masih dijalankan dengan ketat dijepang dari SD sampai SMA, sehingga tidak heran hampir 100 persen penduduk Jepang tamat SMA dan hampir tidak ada yang buta hurup, artinya hampir 100 persen penduduk Jepang dapat membaca kanji yang jumlahnya sekitar 3000 kanji beserta kombinasi berikut cara bacanya.
Sebagian besar lulusan SMA di Jepang melanjutkan ke universitas atau sekolah kejuruan. Ada juga universitas terbuka istilahnya “Hosyo daigaku” yang perkuliahannya dilakukan melalui TV swasta khusus selama 18 jam nonstop setiap hari, dan materinya diberikan oleh profesor-profesor yang cukup terkenal diseluruh Jepang. Prosentase lulusan S-1 yang melanjutkan S-2 sangat besar, contohnya apa yang dilakukan oleh Osaka University, hampir 70 persen mahasiswa S-1 diuniversitas ini melanjutkan S-2, dan 10 persen ke S-3. Karena wajib belajar, uang sekolah dan fasilitas lainnya dari SD sampai SMP terutama untuk keluarga menengah kebawah menjadi kewajiban negara .
Investasi yang ditanamkan Jepang untuk pendidikan sangat besar namun hasil yang diperolah dari investasi tersebut sangat signifikan, sebagaimana yang kita lihat tentang Jepang sekarang ini dengan GNP melebihi 34.000 USD (Indonesia 700 USD). Korelasi antara majunya pendidikan Jepang dan kemajuan industrinya benar-benar terwujud. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilan bangsa Jepang tumbuh menjadi negara industri utama di Asia, yang kedudukannya sejajar dengan bangsa Barat lain seperti Inggris maupun Prancis.

PEMBELAJARAN BAGI RB3 PONDOK PESANTREN

RB3 Pondok Pesantren Kauman menyimpulkan kunci ketangguhan Jepang antara lain terdiri dari :

  1. Jepang memiliki modal dasar nilai-nilai positif yang telah tertanam di masyarakatnya.
    Tidak terlepas dari mental model manusia Jepang yang memang telah lama diwarisi dan terbentuk oleh mental Bushido atau jalan hidup samurai (kerja keras, jujur, ikuti pemimpin, tidak individualis, tidak egois, bertanggung jawab, bersih hati, harus tahu malu). Nilai-nilai Timur tetap dipegang teguh.
  2. Kepemimpinan Shogun TokugawaYoshinobu memelopori gerakan Restorasi Meiji.
  1. Pemerintah Jepang banyak memberikan dorongan dan subsidi pada bangsanya untuk mencurahkan perhatiannya pada bidang pendidikan. Agar terus belajar dan mencari ilmu.
  2. Menjadi negara terbuka sejak tahun 1853 masuknya Laksamana Perry. Membawa teknologi dan nilai-nilai rasional (modernisasi). Menginspirasi persaingan menjadi Negara maju.

 

 

 

Restorasi Indonesia ala Pondok Pesantren Kauman minimal terdiri dari:

  1. Agar gerakan restorasi efektif dimulai dari kyai karena menjadi sentral kepemimpinan di pondok pesantren dan lingkungan di sekitarnya. Memiliki jiwa progresif dan egaliter. Didukung kekayaan kitab-kitab klasik serta kaidah ushul fiqh. Nilai-nilai  yang berakar dalam pondok pesantren. Hubbul ilmi (cinta semua ilmu) dan etos kerja keras dan kewirausahaan santri yang telah teruji selama ini, serta di masyarakat tidak gengsi memulai kerja dari nol. Pendidikan karakter yang terbentuk  sejak di pesantren

 

  1. Dukungan lingkungan: Indonesia dengan falsafah Pancasila yang berakar dari budaya nusantara. Namun harus memiliki moral kuat. Etika bangsa Indonesia tidak boleh lemah, lembek, serba longgar yang memunculkan virus mental korup dan pemalas. Pendidikan karakter harus menjadi perhatian utama, tidak sekedar suplemen kurikulum.

Alokasi 20 % alokasi APBN/D untuk sector pendidikan harus dilaksanakan konsisten, tepat guna dan sasaran (azas manfaat).

Dalam konteks penanggulangan bencana di Indonesia, pentingnya memasukkannya dalam kurikulum pendidikan nasional, memperbesar alokasi anggaran pendidikan penanggulangan bencana dan sarana prasarana pendiidikan anti gempa dan bebas banjir serta bantuan pasca bencana bagi dunia pendidikan.

  1. Pondok Pesantren dan Indonesia memiliki jiwa terbuka. Memungkinkan masuknya nilai-nilai baru yang selektif untuk memperkuat nilai-nilai dari dalam. Seperti nilai-nilai yang dimiliki pondok pesantren  dan Restorasi Meiji yang dapat saling mengisi serta menerima pandangan modern sekaligus kearifan lokal tradisi.

Jepang, 4  Februari 2012

 

ARTIKEL PENDIDIKAN INFORMAL – NON FORMAL Januari 8, 2012

Filed under: Rb3 kauman lasem rembang — rb3kaumanlasem @ 2:10 am

 

 

Revitalisasi Pendidikan Non Formal

            Di dalam UU No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 26 dan 27 disebutkan pedidikan non formal dan informal diakui keberadaannya oleh undang-undang sebagai pengganti/ pelengkap pendidikan formal. Pembinaannya di bawah Ditjen PNFI, dahulu dikenal dengan nama Ditjen Pendidikan Luar Sekolah. Secara konsisten berfungsi melayani kebutuhan masyarakat. Kontribusi Ditjen PNFI bagi pendidikan masyarakat semakin luas dan perkembangannya menggembirakan.

Contoh program pendidikan non formal (pnf) seperti kejar paket, life skills (keterampilan atau kecakapan hidup), PAUD, Keaksaraan (pemberantasan buta hurup), kesetaraan gender & HAM. Penyelenggaranya dapat berupa PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat), Balai Belajar Bersama, TBM (Taman Bacaan Masyarakat), TPQ, yayasan, atau perkumpulan yang mendapat ijin operasional. Adapun pendidikan informal seperti home schooling yang dapat dilakukan oleh keluarga atau lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri.

Namun sayangnya persamaan kedudukan hukum kedua jalur pendidikan formal dan non formal tersebut kurang diikuti asas proporsional alokasi anggaran dalam APBN/ APBD untuk pendidikan non formal dibandingkan formal. Akibatnya penyelenggaraan lembaga-lembaga pendidikan non formal tidak diselenggarakan secara massif.Tidak seperti sekolah-sekolah pada pendidikan formal tampak merata di seluruhIndonesia.

Disparitas anggaran keduanya cukup besar. Hal tersebut dapat dilihat dari terbatasnya  anggaran Ditjen PNFI Kementerian Pendidik Nasional. Sehingga pemerintah pusat harus berbagi tanggung jawab dengan pemerintah daerah. Masalahnya tidak semua pemerintah daerah merespon alokasi anggaran pnf yang memadai. Alokasi anggaran 20 % dari APBN/APBD untuk pendidikan seharusnya terlihat nyata mengalir ”deras” ke pendidikan non formal yang dapat membuktikan hasil reformasi Indonesia memihak pendidikan rakyat miskin mulai tingkat dasar sampai perguruan tinggi.

 

 

Maka urgensi kenaikan anggaran pendidikan non formal  dan informal secara signifikan sangat mendesak. Sebagai bentuk rasionalisasi anggaran pendidikan di APBN/D. Dengan dasar-dasar penyusunan anggaran yang melatarbelakanginya sbb :

  1. Jumlah sasaran. User atau pengguna jasa pendidikan non formal secara potensial jumlahnya relatif sama besar dengan pendidikan formal. Warga belajar pnf  mulai dari usia pra sekolah, usia kerja, lanjut usia dan putus sekolah. Kalau tidak ada jalur pnf, bagaimana nasib mereka yang tidak menjangkau pendidikan formal karena batasan usia dll. Masa pembelajaran adalah sepanjang hayat. Bisa ditempuh melalui pnf, salah satu keunggulannya. Hal tersebut dijamin UUD, bahwa setiap warga negara berhak mendapat akses pendidikan dari pemerintah, tentunya selama hidupnya.
  2. Materi pendidikan non formal bersentuhan langsung dengan kebutuhan riel masyarakat karena dikaitkan dengan pemberdayaan atau kecakapan hidup. Sehingga berdampak langsung dengan peningkatan kesejahteraan hidupnya. Membuat mereka menjatuhkan pilihan pendidikan alternatif  dengan memasuki jalur pnf.

Selanjutnya perubahan paradigma alokasi anggaran pendidikan formal-non formal harus juga didukung  sikap mental dan pendekatan aparaturnya. Stake holder pendidikan formal umumnya berpendidikan tinggi maka Kementerian Pendidikan Nasional cendrerung berfungsi administrative. Berbeda halnya komunitas pnf umumnya bagian dari masyarakat marginal kurang berpendidikan. Treatment masyarakat seperti ini membutuhkan birokrat di dinas pendidikan terutama kabid pnfi atau kasi pls  sebagai ujung tombak melakukan peranan agent of change. Memiliki jiwa relawan, pro aktif dan kemampuan rekayasa sosial.

Sebagai contoh apabila masyarakat mengajukan ijin operasional PKBM dinilai belum memenuhi syarat, maka selanjutnya tidak hanya menunggu inisiatif/ perbaikan dari masyarakat selaku penyelenggara. Namun bersama-sama instansi teknis ikut membenahi kekurangannya. Mengingat terbatasnya sumberdaya masyarakat yang dimiliki. Sehingga penyelenggara/pengelola tidak babat alas sendirian di tengah kegersangan pendidikan di akar rumput.

Prinsip dasar pendidikan non formal dan informal adalah belajar kapan saja, dimana saja, dengan siapa saja. Berilah masyarakat kesempatan seluas-luasnya melakukan inovasi pendidikan sesuai kondisi setempat. Pengeterapan reward and punishment secara kaku akan menyulitkan prakarsa dan pertumbuhan pendidikan non formal maupun  informal.

 

 

 

Jika pendidikan formal yang establish berdiri sekolah negeri mulai SD sampai SMA maka di jalur pendidikan non formal pemerintah  perlu mempertimbangkan mendirikan PKBM Negeri. Juga PAUD, TPQ, dan RA Negeri. Sebagai percontohan kompetensi, akreditasi, dan referensi. Sehingga tidak terkesan diskriminasi dan bekerja hanya di belakang meja, bisa memberikan penilaian tapi tidak memberikan contoh atau bukti menjalankan atau mengamankan kebijakannya sendiri. Tidak hanya menyerahkan tanggungjawab pendirian pnfi ke masyarakat yang kapasitasnya serba terbatas.

Apalagi kalau berangkat dari filosofi di atas, maka Instruksi Presiden No.5 Tahun 2006 tentang Gerakan Nasional Percepatan Penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun untuk batasan anak usia sekolah menurut saya harus diperluas. Juga berlaku untuk semua orang dewasa di usia kerja. Namun meteri pembelajarannya banyak diarahkan ke orientasi kerja (life skills).Mungkin istilahnya Wajib Belajar Kejar Paket A-B terpadu. Tujuan anak sekolah tentunya agar produktif nanti di usia kerja. Dan setiap warga negara berhak mendapat standar pendidikan yang sama, tidak terkecuali kepada mereka berusia lanjut yang tidak tuntas melewatkan masa sekolahnya. Sehingga mereka di usia lanjut masih ada kesempatan pendidikan agar benar-benar produktif.Usia lanjut tentu tidak menghapus kewajiban negara mencerdaskan rakyatnya.

Terakhir, sekedar untuk memperbaiki image di masyarakat terhadap  program kejar paket A, B atau C lebih baik bukan dikategorikan non formal, tapi sekolah/ pendidikan alternative, mengingat status lulusannya disamakan sekolah formal. Sehingga di tengah-tengah masyarakat tidak ada lagi dikhotomi formal-non formal.

Demikian pemikiran saya yang sederhana, lahir banyak ditempa di pendidikan non formal maupun informal. Tentu saja masih memerlukan dukungan gagasan para ahli pendidikan yang progresif demi kemajuan bangsa.

 

Rembang, 25 Nopember 2010\

Penulis,

 

 

 

Abdullah, S.IP

Ketua Balai Belajar Bersama

Yayasan Kauman Lasem

HP 081575314851

 

PROFIL KEGIATAN RB3 KAUMAN LASEM

Filed under: Rb3 kauman lasem rembang — rb3kaumanlasem @ 1:37 am

     YAYASAN KAUMAN LASEM

RINTISAN BALAI BELAJAR BERSAMA “KUMALA”

Jl.Kauman RT 2 RW 2 Desa Karangturi Kec.Lasem Kab.Rembang-Jateng, Telp.0295 531556

PENYELENGGARAAN RINTISAN BALAI BELAJAR BERSAMA “KUMALA”  TH 2010

A. LEMBAGA

1. Nama Lembaga               :           Yayasan Kauman Lasem

2. Alamat Lembaga             :           Jl.Kauman RT 2 RW 2 Desa Karangturi Kec.Lasem Kab.Rembang-Jateng

3. Ketua Yayasan                :           Hj.Durrotun Nafisah, S.Ag

4. Pembina Yayasan            :           KH.M.Zaim Ahmad Ma’shoem

5. Ketua RB3                      :           Abdullah, S.IP

6. No.Telp/Fax                    :           (0295) 531556, HP 081575314851

B. URAIAN KEGIATAN DAN PENJELASAN

Komponen

Vol.

Jenis

Satuan Biaya (Rp)

Jumlah (Rp)

Pelaksanaan

Keterangan

 

 

 

 

 

Rencana

Realisasi

 

I. BIAYA INVESTASI

102.000.000

 

Penataan Kelembagaan

1

Keg

2.500.000

2.500.000

  1. Sosialisasi acuan RB3 2010

Maret 2010

Maret 2010

  1. Konsolidasi kelembagaan B3 Kumala

April 2010

April 2010

  1. Penataan unit-unit kelompok dbw struktur B3 Kumala.

Pasca program, RB3 memperluas kerjasama lintas sektor dan lebih mengaktifkan fungsi kelembagaan (aktualisasi unit yang telah terbentuk) yaitu:KBU,lab komputer dan jaringan,majlis taklim,padepokan asmaul husna,dll

April 2010

April 2010

 
  1. Penyusunan proposal dan kelengkapan dokumen

Mei  2010

Mei 2010

  1. Koordinasi di tingkat pemerintahan desa

Mei 2010

Mei 2010

  1. Pembuatan papan nama B3 Kumala

Juni 2010

Juni 2010

  1. Audiensi dan rekomendasi Dinas Pendidikan Kabupaten dan Prop.Jateng

Juli 2010

Juli 2010

Penyediaan Sarana/Prasarana

99.500.000

a.Tempat kegiatan (Pembangunan gedung kegiatan B3)

Meski alokasi dana sangat terbatas, realisasi pembangunan semaksimal mungkin. Pengecoran dak disamping dikerjakan tukang dan kernet juga dibantu penuh warga belajar, pengelola dan anggota masyarakat siang malam. Menunjukkan adanya bentuk keswadayaan, gotong royong dan kepedulian terhadap keberadaan balai belajar bersama. Selama proses pembangunan perlu adanya pengawas yang memiliki kompetensi teknik sipil  rumah bertingkat/ rusun, agar di kemudian hari tidak terjadi keretakan dinding dan tulang/ cor beton bangunan. Apalagi ketahanan bangunan di pesantren biasanya berumur puluhan tahun.

 

56.000.000

Agustus- September 2010

September s/d Desember 2010

Pasca program dimanfaatkan untuk  bangunan serbaguna terutama yang terkait program Balai Belajar Bersama.

b. Taman Bacaan Masyarakat

    TBM Kumala berdiri sebelum adanya rencana rintisan B3. Mungkin pertama ada TBM di pondok pesantren di Indonesia. Dengan nama TBM mengisyaratkan Pesantren Kauman membuka diri terhadap masyarakat.

Pengelola B3 Kumala melalui surat,brosur,papan nama, atau himbauan lisan kepada RT, RW, masyarakat sekitar termasuk kepada siswa dan guru SDN Karangturi  yang berlokasi di depan TBM Kumala, membuka kesempatan seluas-luasnya untuk membaca koleksi buku umum dan keagamaan, terkait pengembangan karakter dll sekaligus meramaikan TBM Kumala pada jam istirahat, pas pulang sekolah, atau di luar jam sekolah. Agar terjalin komunikasi, sekaligus mengenalkan kehidupan Pesantren Kauman, lingkungan yang lebih luas, dimana TBM atau B3 Kumala berada di dalamnya. Menjadikan B3 Kumala sebagai labschool pendidikan karakter berbasis pesantren.

Pasca program diharapkan keberadaan TBM Kumala semakin berkembang. Dengan upaya penambahan buku baru, kapasitas teknis dan layanan.

23.000.000

Budaya tulis menulis terus digalakkan. Telah mencoba mengirim tulisan ke Majalah Aksara dan Suara Merdeka.

Rencana kegiatan pasca program menyelenggarakan pelatihan dasar jurnalistik.

Untuk membangkitkan tradisi keilmuan warga belajar, pasca program mengadakan kegiatan rutin diskusi kelompok membahas topik aktual di media cetak dan bedah buku. Untuk merangsang diskusi dengan topik-topik ringan dulu yang sedang trend, menjadi perbincangan di kalangan anak muda.

     Rak/meja/mebeler lain

4

set

2.000.000

8.000.000

Agustus- September 2010

September- Oktober 2010

 

Bahan Bacaan

Bahan bacaan yang tersedia termasuk berupa koran dinding, dengan berlangganan Suara Merdeka dan Jawa Pos. Karena terpampang di tempat terbuka juga sering di baca masyarakat sekitar, antara lain siswa-siswi SDN Karangturi.

500

Eksp.

     30.000

15.000.000

Agustus- September 2010

September- Oktober 2010

Telah mendapat bimbingan penyusunan klasifikasi dan katalog buku dari Bp.Rudi, staf Perpusda Rembang.

 

c. Teknologi Informasi dan Komunikasi

10.500.000

    Komputer+Meja Kursi

1

set

5.100.000

September 2010

September 2010

    Jaringan telepon+Internet

1

Set

3.000.000

September 2010

Oktober 2010

    Langganan Internet

12

bln

          200.000

2.400.000

September 2010-2011

Oktober 2010

Sistem berlangganan perpanjang setiap bulan

d. Investasi Usaha

      10.000.000

    Alat/Sarana

    Pengadaan 2 mesin jahit biasa bukan higt speed

1.500.000

3.000.000

Oktober- November 2010

Oktober 2010  
    Tutor pelatihan menjahit 2 bulan

        1.000.000

2.000.000

Oktober- November 2010

Mulai 10 Oktober s/d 10 Des 2010

Pasca program semakin giat berlatih dan hasil belajarnya memiliki nilai jual tinggi.
    Perawatan/reparasi

       1.500.000

Oktober- November 2010

Oktober-Desember 2010

Juga utk  reparasi peralatan lainnya di luar proyek

    Bahan baku kain, benang, modal  dan ATK.Rp2.000.000

 

 

 

 

 

Oktober- November 2010

Oktober 2010

Unit jahit dan bordir yang selama ini berdiri pada pasca program mengagendakan promosi yang lebih agresif agar menerima order dari masyarakat, disamping juga santri.
II. BIAYA OPERASIONAL

Bantuan Kelembagaan

a. Transportasi pengelola

 

12

OB

500.000

6.000.000

Januari- Desember 2010

Januari- Desember 2010

b. Transportasi 2 Staf

 

24

OB

400.000

        9.600.000

Januari- Desember 2010

Januari- Desember 2010

Kegiatan

Kegiatan wajib

45.000.000

1.Pengembangan Karakter dan Budaya

1.1.a. Pengajian Umum Tematik  Malem Setu

Selama proses pengajian terjadi peningkatan budaya tulis di kalangan peserta pengajian. Peserta rata-rata berusia tua diarahkan mencatat materi pengajian karakter yang disampaikan nara sumber pada lembar catatan yang disediakan pengelola B3. Sehingga tingkat pemahaman dan internalisasi nilai lebih membekas di sanubari. Peserta didorong  dan semakin banyak yang tertarik menyampaikan pertanyaan, karena disampaikan secara tertulis. Hal tersebut salah satu upaya B3 Kumala melakukan pengeterapan medium keaksaraan secara luas.Warga belajar menjadi terbiasa budaya tulis menulis. Ternyata sangat mendukung kinerja otak dan mempertajam ingatan, karena ada 4 aktifitas yang baik bagi otak yaitu melihat, mendengar, membaca dan menulis/mencatat. Catatan dan pertanyaan  yang ditulis peserta juga dapat menjadi bahan evaluasi sejauh mana materi yang disampaikan narasumber terserap peserta.

1.1.b.Pengajian Ba’da Subuh***

     27.700.000

Agustus- November 2010

Agustus- Nopember 2010

Pengajian masih berlanjut.

Pasca Proyek RB3 2010, pendidikan karakter menjadi program unggulan B3 Kumala. Mengingat memiliki ciri khas, sejarah, dan dukungan sumberdaya pesantren. Dengan penguatan kompetensi moral/ akhlak,ilmu budaya dasar, dan kewiraan.

Adapun buku ajar yang digunakan pada pengajian  malem setu adalah “Riadlush sholihin”, terjemah bebasnya penggembelengan agar menjadi orang-orang saleh.

 

1.2 Pelatihan Rebana

       Frekwensi latihan B3 selama pelatihan meningkat menjelang pentas lomba rebana se Kab.Rembang dalam rangka Haul Mbah Sambu Lasem.Hampir tiap malam latihan sampai tengah malam.Sejak H – 10. Latihan dimulai setelah semua aktifitas belajar rampung.

 

 

6.020.000

September- November 2010

September- Nopember 2010

Pelatihan mulai maksimal karena pemesanan/ penambahan alat rebana sudah jadi/diterima.Peserta mulai giat berlatih dengan variasi alat baru.
1.3 Pementasan Rebana

       Rebana B3 Kumala pentas di kampung-kampung memenuhi kebutuhan hajat masyarakat antara lain di Desa Sendang Asri, Selopuro, dan Sumbergirang (Nopember), Desa Karaskepoh (Oktober) dan Desa Jape (September).

Juga aktualisasi diri,uji kemampuan, dan bahan evaluasi dengan berpartisipasi pada Karnaval dan Lomba Rebana se Kab.Rembang dalam rangka Haul Mbah Sambu,Mbah Srimpet (R.M.Tejokusumo) dan Masyayih Masjid Jami’ Lasem tgl 19-21 Nop 2010. Setelah Rebana B3 memiliki personil lengkap dan terlatih karena didukung kelengkapan peralatan baru dan pelatihan intensif, maka tahun ini ini pertama kali mengikuti lomba rebana tersebut pada 20 Nopember 2010. Untuk karnaval juara III dan rebana mendapat sertifikat dan  apresiasi/ penghargaan dari masyarakat.

 

2.280.000

September- November 2010

September- Nopember 2010

Sekarang peralatan pentas rebana B3 dapat disediakan sendiri,

tidak pinjam.

2.Pengembangan Aksara Kewirausahaan

Pemberian dana stimulan modal usaha.

9.000.000

2.1.KBU Waserda

Waserda berlokasi persis di sebelah TBM.Dilengkapi kantin dan dapur.Menjajakan kebutuhan sehari-hari termasuk jajanan.Pasca program  disamping masih menjual jajanan ciki dan mie instan akan lebih mengutamakan asas manfaat yang mengenyangkan (karbohidrat),murah, sederhana, menyehatkan dan praktis  seperti biskuit dan bahan olahan dari pisang,ubi, singkong, tempe (mendoan), kecambah (bakwan). Dan menyediakan teh seduh, jahe,mengurangi produk instan yang mengandung pengawet.Sekaligus agar anggota KBU terlatih membuat kuliner panganan  tradisional.

3.000.000

Agustus- September 2010

Agustus- September 2010

Dikelola secara manajemen kelompok.

2.2.KBU Glender Snack

Pasca program memperbaharui banner/ papan nama.

3.000.000

Agustus- September 2010

Agustus- September 2010

Terjadi peningkatan omset penjualan dan keuntungan.

2.3.KBU Busana Muslim

Menyediakan perlengkapan haji dan batik tulis lasem

3.000.000

Agustus- September 2010

Agustus- September 2010

Anggota KBU termotivasi wirausaha

Kegiatan pilihan

    30.000.000

1. Revitalisasi Industri kebudayaan:

Kursus kaligrafi

Rencana kegiatan pasca program akan melestarikan dan menghidupkan terbentuknya Padepokan Seni dan Budaya Asmaul Husna. Meliputi kegiatan kaligrafi, sastra, drama, dan musik rebana.

 

5.000.000

Oktober/ September 2010

Oktober 2010

Hasil karya terbaik dipamerkan pada hari aksara intenasional di Rembang.
2.Pembelajaran masa depan dengan memanfaatkan TIK:

 

Pengadaan 4 komputer terdiri dari 1 laptop dan 3 PC

 

Pembelajaran komputer dan internet

 

 

 

20.000.000

         5.000.000

 

 

 

 

 

 

 

 

 

25.000.000

 

Oktober- November 2010

Oktober- november 2010

September 2010

Nopember 2010

Sejak September dilakukan instal komputer baru, pembuatan mebeler dan berlangganan internet spedy.**

 

Dokumentasi,Publikasi dan Administrasi

 

Dokumentasi

Pengambilan foto kegiatan

 

Publikasi

Peresmian lembaga/kegiatan B3 Kumala

Pada tanggal 19-21 Okt 2010 B3 Kumala telah mengikuti stan Pameran Hari Aksara Internasional ke 45 se Jawa Tengah di alun2 Rembang diresmikan oleh Asisten Kesra Pemprov Jateng mewakili Gubernur Jateng.

Yang dipamerkan di Stan B3 Kumala:LCD profil B3 Kumala,foto kegiatan,karya kaligrafi,sudut baca TBM B3,Ponpes kauman/pengajian malem setu,mesin seal, KBU Snack dan Busana binaan B3 menjajakan jajanan khas rembang, batik dan perlengkapan haji.*

Khusus Ponpes Kauman telah mengikuti karnaval menyambut 17 Agustus dan Hari Jadi Kab.Rembang. Memperoleh penghargaan juara II kategori kreatifitas yang diselenggarakan di Lasem.

 

Pembuatan banner B3 di unit-unit kegiatan B3 Kumala

 

Administrasi

Pembuatan stempel TBM (sumber buku)

Pen-cap-an sablon asal barang inventaris B3 kumala

Buku induk/daftar hadir peserta

Daftar hadir tutor/narasumber

Buku inventaris

Buku Kas Laporan Keuangan

 

1

Keg

5.000.000

Agustus- September 2010

September- Desember 2010

 

 

 

Aktifitas selama pameran:

-Pembelian gabus dll utk penbuatan gapura

-10 penjaga stan (dirotasi, sebagian personil rebana)

-Tenaga dekorasi (personil sanggar kaligrafi B3).

-Transportasi dan konsumsi.

 

 

Pelaporan

 

Penyusunan Laporan dilengkapi foto kegiatan, bahan ajar dalam bentuk cetak dan visual.

 

 

Dokumentasi proses dan hasil rintisan dalam bentuk fortopolio dan CD.

 

2

Keg

      1.200.000

 

 

 

1.200.000

         2.400.000

Desember 2010

Desember 2010

 

Laporan terakhir Kemajuan Pelaksanaan RB3 Kumala sebelumnya telah diberikan  ke Dikmas  per 21 Nop 2010

Jumlah

 

200.000.000

 

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Rembang, 10 Desember 2010

Rintisan Balai Belajar Bersama Kumala

YAYASAN KAUMAN LASEM

 

 

CATATAN KAKI :

 

*          Beberapa alasan B3 Kumala memilih publikasi melalui keikutsertaan dalam Pameran Hari Aksara Internasional :

1. Sesuai himbauan Dikmas Ditjen PNFI. B3 Kumala mungkin satu-satunya Balai Belajar Bersama yang mendapat stand pameran se Jawa Tengah.

2. Waktu pameran diselenggarakan pada masa pertengahan pelaksanaan proyek RB3, artinya belum dapat menampilkan profil B3 secara tuntas, final atau utuh. Namun      demikian B3 Kumala tetap berani tampil sebagai rasa tanggung jawab, memandang perlu memanfaatkan even pameran hari aksara internasional  sebagai media publikasi program B3 Kumala kepada masyarakat luas sekaligus bentuk akuntabilitas sosial.

3. Pameran diikuti antara lain oleh P2PNFI Reg.III Jateng, Perwakilan Desa Vokasi setiap kabupaten/kota di Jawa Tengah, Forum TBM/PKBM Jateng, PW Muslimat & Aisyiah Jateng, dan PP Kauman Lasem. Bagi B3 Kumala keikutsertaan pameran juga dapat menambah wawasan tentang berbagai program pnfi, bertukar pengalaman dan jejaring stake holder keaksaraan se Jawa Tengah.Sehingga diharapkan dapat menambah kepercayaan diri, silaturahmi, kinerja lembaga, serta perluasan program. Saat pameran, pengelola TBM Kumala memperoleh contoh teknis administrasi pengelolaan TBM dari Pengurus Forum TBM Jateng dan mengcopy Buku Pedoman TBM dari PC Muslimat Rembang yang diterbitkan Dikmas.

 

**        Dengan tersedianya fasilitas komputer dan jaringan internet  dari proyek RB3 2010 di B3 Kumala, menimbulkan iklim pembelajaran yang kondusif, diantaranya telah terjalin dengan sendirinya proses pembelajaran internet sesama civita akademika B3 Kumala yang telah melek aksara dunia maya mau mentranspormasikan pengetahuannya secara mandiri  walau terbatas kepada rekannya yang belum bisa sama sekali (gapnet). Meski secara insidentil, paling tidak telah memberikan gambaran umum internet.

Maka penyelenggara melanjutkan kebijakan membuka akses pembelajaran komputer seluas-luasnya kepada warga belajar. Tentu saja diikuti pengaturan jadwal peserta mengingat jumlah komputer terbatas, tata-tertib pemakai, dan perhitungan over head.

Kegiatan tersebut sekaligus bahan evaluasi pra pembelajaran untuk pelaksanaan pembelajaran yang sebenarnya oleh tutor profesional  (Juara I perancang penggunaan TI instansi pemerintah tingkat Jateng).

Sehingga dapat teridentifikasii peserta kategori dasar dan lanjut. Adapun kebutuhan pelatihan dasar internet seperti masuk ke jalur on line, mengirim dan membaca e-mail, membuka website, gogle dan facebook dll. Sedangkan kebutuhan pelatihan tingkat lanjut seperti :Membuat web, mencari berita (newsgroup), pengetahuan, peluang bisnis, dapat on line secara  interaktif.

Bahan belajar internet banyak dijumpai di toko buku. Namun pengelola membantu tutor berusaha mendapat cara gampang belajar internet, seperti produksi P2PNFI Reg.II Semarang yang biasa dipakai dalam pembelajaran keaksaraan. Namun sudah meminta beberapa hari belum dikirimi. Sambil jalan akhirnya  mencoba mengembangkan sendiri, yang mudah dipelajari warga belajar.

Kemudian pengelola mengambil inisiatif mendatangi Kantor P2PNFI Reg.III Jateng di Ungaran. Akhirnya dari Bapak Jamal/ Bp Rudi Seksi Informas/ICTi P2PNFI mendapatkan VCD interaktif berjudul Cara gampang belajar internet untuk memfasilitasi warga belajar. Agar VCD dapat diaktifkan atau difungsikan, komputer di B3 Kumala harus di instal program dahulu yang compatible dengan sistem operasi dalam VCD interaktif itu.

Dengan demikian B3 Kumala dapat meyelengggarakan pembelajaran internet secara mandiri dan personal, karena di dalam VCD tersebut sudah terdapat paket modul pelatihan secara terpadu, dibantu program komputer dalam VCD itu yang dapat memandu warga belajar secara interaktif audio visual.Dalam arti ada penjelasan lisan langkah demi langkah mengakses internet, juga ditampilkan visualisasi layar internet yang sebenarnya, diiringi cursor yang begerak kesana kemari memberi petunjuk. Sehingga warga belajar tidak lagi selamanya bergantung adanya tutor, modul cetakan, bahkan kelas. Meski idealnya B3 tetap memiliki sarana  belajar sistem klasikal dalam bentuk Laboratorium Komputer dan Jaringan. Sehingga diharapkan terjadi otomatisasi kegiatan, Pembelajaran sepanjang waktu. Tidak ada alasan tidak bisa belajar karena keterbatasan sarana prasarana, selama ada kemauan belajar yang kuat.Diharapkan terpatri karakter hubbul ilmi, tradisi belajar segala ilmu pengetahuan di lembaga B3 Kumala berbasis pesantren.

Pasca pembelajaran, diharapkan semakin banyak yang melek dan gemar ber internet ria (dalam arti positif). Setelah melihat perkembangan yang marketable, B3 Kumala akan membuka pelayanan warnet secara komersial, diutamakan untuk kalangan sendiri. Tidak semata-mata profit oriented.Kewirausahaan sosial , untuk menopang kesinambungan program keaksaraan lainnya (dalam arti luas).

Kelas internet diupayakan di ruang baca TBM Kumala yang selalu buka sesuai jam buka, bukan di Kantor agar warga belajar terlayani dengan nyaman, tertib, aman, dan dan accestable (tidak pakeuwuh mengaksesnya), didukung bahan bacaan dan kantin.

 

***      Jika pengajian malem setu  pesertanya mesyarakat sekitar pondok pesantren, sedangkan pengajian ba’da subuh khusus santri yang mukim di pondok pesantren. Dilakukan intensif setiap hari kecuali selasa dan jum’at. Kegiatan tersebut sebagai upaya B3 Kumala memberikan bekal pendidikan karakter santri. Adapun buku ajar yang digunakan Kitab Nashoihul ‘Ibad, artinya wejangan bagi ahli ibadah, yang memiliki otoritas keilmuan atau standar kompetensi.Masuk kurikulum pendidikan karakter di pesantren kauman. Jumlah peserta pengajian ba’da subuh 134 putera-puteri dengan narasumber yang sama seperti pengajian malem setu, yaitu pengasuh pondok pesantren atau pembina Yayasan Kauman Lasem, KH. A .Zaim Ahmad Ma’shoem.

Peserta pengajian ba’da subuh terdiri dari usia remaja dan sebagian kecil anak-anak. Untuk memperkuat keberaksaraan sejak usia dini, anak-anak yang tidak membawa kitab kuning, mengingat belum memiliki dasar pemahaman aksara arab untuk mengikuti, sementara menjadi mustami’ (pendengar), namun didorong membawa buku tulis agar mencatat uraian narasumber dengan aksara latin atau pegon. Dengan harapan tradisi budaya baca tulis semakin terasah. Tentu saja juga agar tidak mengantuk, ada tolok ukur keaktifan mengikuti pelajaran. Memberi sugesti kepada penulisnya  setiap hurup yang dicatat akan menjadi saksi amal baik di akhirat nanti.Disamping kebiasaan bangun pagi sebagai pola hidup sehat dan penegakan disiplin.

Materi kitab Nashoihul ‘Ibad antara lain mengajarkan “ hidup ngawulo” maring gusti Allah SWT. Belajar dan bekerja harus ikhlas, sepenuh hati, tanpa pamrih semata-mata diniatkan ibadah. Kedudukan manusia sama di sisi Tuhan YME. Yang dinilai Taqwanya, amal baiknya baik hablumminallah (hubungannya dengan Tuhan) dan hablumminannas (sesama manusia). Allah SWT akan mengangkat derajat orang yang berilmu dan mengamalkannya. Seutama-tama jihad adalah memerangi nafsu diri sendiri. Bersikap waro/ wirai’ yaitu pantang makan barang subhat apalagi haram.

Santri dilatih olah hati, pikiran dan gerak perbuatan. Santri didorong menunaikan qiamullail (bangun tengah malam jam 12) untuk sholat tahajjud agar memiliki kepekaan spiritual dan ESQ. Bagi B3 Kumala mendirikan sholat bukan semata-mata kewajiban tapi juga merupakan kebutuhan santri sebagai media religiositas dan pembelajaran, menjadi kompetensi dasar bahkan fondasi pendidikan karakter santri.Mendorong mengajak kebaikan menjauhkan perbuatan keji.Mudah-mudahan pesantren dapat memberikan sumbangan pilihan model pendidikan karakter.

Kegiatan pengembangan karakter dan budaya Yayasan Kauman Lasem menggunakan forum pengajian bukan tanpa dasar, tidak mengurangi kompetensi dasar pembelajaran. Karena tetap menggunakan rujukan kitab sebagai bahan ajar. Bahkan pengajian terasa lebih familiar dan accestable ,di lingkungan pesantren. Dengan modifikasi lebih mendorong siswa atau jamaah pro aktif. Sehingga pesan-pesan pengembangan karakter dapat disampaikan secara efektif.

Untuk pembentukan karakter, sistem asrama lebih mendukung lingkungan yang kondusif. Dalam keseharian dibuat aturan kedisiplinan dan rambu-rambu etika kepribadian.

 

Selain 2 (dua) kitab bertemakan akhlak di atas, diajarkan juga kepada santri kitab akhlak Irsyadul Ibad, Shoya, Minahus Saniyah, dan Taklimul Mutaallim. Paling banyak dibanding pesantren lain yang umumnya dominan diajarkan kitab fiqh atau nahwu shorof (gramatika bhs.arab), disamping hadits dan al qur’an. Maka wajar kalau Rintisan B3 Yayasan Kauman Lasem yang berbasis Pondok Pesantren Kauman jika ditetapkan Kemdiknas menjadi pilot project percontohan pendidikan karakter dengan segala kekhasannya. Pada pemerintahan yang bersih di era reformasi  yang sedang gencar-gencarnya memberantas KKN, dimana korupsi masih merajalela, adalah sebuah keniscayaan mengembalikan orientasi pendidikan kepada pembentukan karakter bangsa. Dahulu kita kenal mirip pendidikan budi pekerti. Pemerintah dalam hal ini Kemdiknas mengajak semua kalangan pendidikan, termasuk pondok pesantren. Kalangan pesantren menyampaikan terimakasih, di sisi lain menaikkan animo masyarakat.

 

Pasca program, Kemdiknas perlu memfasilitasi RB3 melakukan studi banding pada Labschool Pendidikan Karakter IPB. Untuk masukan, pihak RB3 juga perlu mempelajari kurikulum PKBM Qaryah Thayyibah hasil review Puskur Balitbang Kemdiknas. Dari hasil telaah tersebut RB3 melakukan konsolidasi, kemudian pada gilirannya RB3 dilakukan review kurikulum oleh Puskur Balitbang Kemdiknas. Hasilnya, setelah kurikulum tersusun barulah RB3 ditetapkan menjadi model pendidikan karakter.

Untuk evaluasi selama proses pembelajaran, dilakukan secara berkala dengan mengumpulkan buku catatan peserta didik. Agar dapat menambah perhatian atau kesungguhan terhadap materi yang disampaikan narasumber. Juga untuk menganalisa atau mengukur seberapa jauh pelajaran dapat terserap. Untuk evaluasi di akhir pembelajaran kebetulan waktunya bersamaan masa pembagian rapor di sekolah. Kesempatan ini dimanfaatkan pengasuh selaku narasumber memanggil satu persatu siswa untuk menghadap dan dilihat nilai rapornya secara langsung. Kebijaksanaan ini meski sederhana dan bersahaja akan menimbulkan efek psikologis siswa agar meningkatkan motivasi prestasi belajarnya.Pengasuh juga menyampaikan strategi belajar.

Dalam sistem pendidikan RB3 dibuat aturan tata tertib dengan pola reward and punishment. Kalau di lingkungan pesantren dikenal ta’dzir atau hukuman, namun bersipat mendidik, memberikan efek jera sekaligus pembinaan yang ada manfaatnya, bukan cara kekerasan yang kadang terjadi di pendidikan pamong praja. Jadi suasana persaudaraan benar-benar tercipta.

 

 

 

 

 

 

 

C. HAMBATAN

 

1. Acuan B3 masih  bersifat rintisan, agak abstrak, masih terlalu filosofis. Wajar belum ada contoh kongkrit yang operasional. Awalnya agak kesulitan mengimplementasikannya. Tapi fleksibelnya, akhirnya justru kelenturan acuan Kemdiknas membuka kesempatan RB3 memodifikasi kegiatan sesuai kekhasan/ karakteristik lokal, tapi secara substantif tidak melenceng dari landasan filosofinya.

2. Memerlukan sosialisasi RB3 yang intensif. Walaupun relatif  telah menjalankan fungsi B3 di pondok pesantren, namun masih perlu adaptasi secara administratif dan formal pelaksanaan konsep RB3. Termasuk kesadaran mendokumentasikan kegiatan.

3. Luasnya target capaian. Karena RB3 memandang kegiatan tidak berhenti/ dibatasi masa proyek, tetapi juga memikirkan kelangsungan kegiatan pasca program. Maka konsekuensinya ada beban anggaran yang harus dialokasikan secara swadaya dari hasil pengelolaan RB3 untuk menjamin lembaga tetap eksis.

4. Dana RB3 2010 cair pada akhir bulan Agustus 2010, diharuskan memberikan laporan penyelesaian akhir penyelenggaraan RB3 paling lambat 15 Desember 2010, dengan format laporan pemanfaatan dana 100 % untuk selama 12 bulan (1 tahun anggaran 2010). “Ketidakkonsistenan” manajemen proyek tersebut memaksa pengelola RB3 Kumala melakukan riset operasi untuk merealisasikan rencana kegiatan sesuai jadwal, terutama pada fase kritis selama siklus proyek berlangsung. Tentunya dengan prinsip-prinsip manajemen.

5. Dana RB3 2010 berasal dari Kemdiknas pusat. Pusat melakukan pendampingan ke lokasi secara berkala. Mengingat pusat dengan binaan ada hambatan jarak, RB3 juga memerlukan pembinaan umum dari Dinas Pendidikan Provinsi, terutama Dinas Pendidikan Kab.Rembang.

 

 

 

 

D. PROGRAM TINDAK LANJUT :

 

RB3 Yayasan Kauman Lasem merencanakan menyelenggarakan program tindak lanjut  pada 2011. Adapun bentuk kegiatannya sbb :

 

  1. Pameran Lukisan Kaligrafi Karya Anak Negeri Nusantara. Sebagai rangkaian revitalisasi industri kebudayaan.Diramaikan bazaar hasil karya KBU (Kelompok Belajar Usaha) binaan RB3. Sebagai bentuk pengembangan aksara kewirausahaan.

 

  1. Pentas Drama Cerita Rakyat Lasem. Menampilkan lakon Perang Kuning Tahun 1750 M. Sebagai symbol nilai-nilai persatuan dan kepahlawanan kalangan santri bersama etnis Tionghoa, bangsawan dan abangan.Berperang bersatupadu melawan imprealis Belanda atau V.O.C.Lakon dimainkan Padepokan Seni Budaya Asmaul Husna binaan RB3. Lakon naskah cerita diproyeksikan diajukan pada program keaksaraan berbasis cerita rakyat. Pentas drama juga dimeriahkan Rebana RB3.Sejalan dengan mengangkat nilai-nilai pengembangan karakter dan budaya.

 

 

  1. Seminar Nguri-nguri aksara pegon. Dengan thema:Menggali Kesusasteraan Nusantara Beraksara Pegon dalam Bahasa Melayu, Jawa dan Arab. Penggalian tradisi klasik tentu saja membutuhkan kemampuan pembelajaran masa depan dengan memanfaatkan TIK (akses internet).Mendayagunakan warnet yang dikelola RB3. Dan menuntut kepiawaian pengembangan budaya baca.Melakukan studi pustaka di TBM dbw RB3.Seminar rencananya dihadiri : Dr.Nafron Hasyim, Pimpinan PT Tiga Serangkai Solo, pensiunan Staf Ahli PN Balai Pustaka. Dr.Sapardi Djokodamono, Penyair. Dr.H.Shofiyullah, Dosen UIN Yogyakarta. Sugeng Utomo, Yayasan At Turats. M.Shobirin, peneliti.

 

 

 

 

E. Lampiran-lampiran

 

a. Pemanfaatan dana beserta bukti-bukti kuitansi pengeluaran, termasuk setoran pajak sesuai ketentuan yang berlaku.(Bukti NPWP)

b. Foto/ vidieo dan dokumen pendukung lainnya.(Foto-foto kegiatan )

 

Dokumen hasil berupa naskah buku dan buku ajar.

Buku ajar pelatihan internet tingkat dasar dalam bentuk VCD interaktif produksi P2PNFI Reg.II Semarang.

Daftar buku ajar dalam bentuk cetakan:

1. Kitab Riadlus Sholihin terjemah, “penggembelengan dalam rangka menjadi orang-orang saleh”.(Bahan ajar pengembangan karakter).

2. Bahan ajar internet tingkat lanjut:

a. “Menggunakan google”,S.Eko Yulianto.

b. “Download”, Abdul Rozaq SIP

c. “Panduan browsing”, Rizky Dhanta

3. Bahan ajar kaligrafi:

a. “Qiwaamul khath”, Mutholib al Fasirif.

b. “Contoh Kaligrafi Arab”, dengan bacaan hurup latin dan artinya, HM Faqis Dalil

4. Buku panduan pengelolaan TBM Kumala

a. “Manajemen Perpustakaan”, Lasa HS

b. “Dasar-dasar Ilmu Perpustakaan”, Widji S

c. “Pedoman penyelenggaraan perpustakaan”, R. Syahrial

d. “Pengantar Klasifikasi”, Drs.Towa Hamakonda.

e. “Panduan penyelenggaraan TBM”, Dikmas Ditjen PLS, 2006

f. “Pedoman pengeloaan TBM”, Dikmas Ditjen PLS, 2006

5. Buku ajar pelatihan menjahit:

a. “Panduan lengkap sulam dilengkapi dengan teknik sulam benang, sulam pita, seni peyet, stumwark”, Ida Yuliati.

b. “Aksesoris dan perlengkapan anak dengan kain felt”, Emi Risma Inawati.

c. “Pintar menjahit untuk pemula”, Nur Astri Damarwanti.

d. “Merajut yuk”, S.Purwati.

e. “Teknik mudah menyulam bullion”, AJ Bosra.

f. “Pola dasar dan pola busana”, Djati Pratiwi.

g. “Disain bordir”, motif flora dan fauna (buku 1 & 2),

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Foto-Foto Rb3 kauman lasem Januari 7, 2012

Filed under: Rb3 kauman lasem rembang — rb3kaumanlasem @ 3:09 am

Galeri FotoRB3 kauman lasem

 

CERITA BERBASIS BUDAYA LOKAL

Filed under: Rb3 kauman lasem rembang — rb3kaumanlasem @ 12:46 am

Pengalaman Mengikuti Agenda Kebudayaan Tahunan Lasem*

Oleh: Abdullah, S.IP, Ketua  RB3 Kauman Lasem Kab.Rembang

Setiap setahun sekali tanggal 14 Dzulhijjah, selama 3 hari  Masjid Jami’ Lasem menyelenggarakan Haul Mbah Sambu, Adipati Tejakusuma I atau Mbah Srimpet dan Masyayih Lasem. Acara haul tersebut bukan hanya diisi kegiatan ritual dan atau keagamaan seperti tahlil, hataman Al Qur’an, sunatan massal dan prosesi pemberangkatan/ pemulangan jamaah haji. Tapi juga dimeriahkan oleh berbagai kegiatan berdimensi budaya. Seperti karnaval, lomba hadrah, dan lomba pidato bahasa Jawa. Rangkaian kegiatan tersebut melibatkan berbagai elemen masyarakat dan diselenggarakan cukup meriah, sebagai event budaya terbesar di Lasem. Sehingga wajar jika penulis memasukkannya dalam Agenda Kebudayaan Kab.Rembang.

Mbah Sambu atau Sayyid Abdurrahman Basayaiban wafat 1671. Beliau putera Pangeran Benawa, putera dari Jaka Tingkir alias Sultan Hadiwijaya Raja Kerajaan Pajang, cikal bakal Kerajaan Mataram Islam. Menantu Sultan Trenggono Raja Kerajaan Islam Demak. Mbah Sambu berjasa memadamkan aksi perompak yang menimbulkan instabilitas atau kekacauan berlarut-larui di pusat kota Lasem. Wilayah Lasem saat itu meliputi Sedayu Gresik, Tuban, Rembang, Pati sampai Jepara. Atas jasanya itu Mbah Sambu yang  juga menantu  Adipati Lasem diberi tanah perdikan meliputi lokasi Masjid Jami’ Lasem sekarang di Kec.Lasem sampai ke selatan di Kec.Pancur.

Mbah Sambu juga berhasil mengusir Kompeni VOC dari Rumah Gedong yang bermarkas di Kauman Desa Karang Turi. Setelah kosong dikuasai Mbah Sambu memberi kesempatan menempati sementara kepada warga termasuk yang berstatus boro selama tidak mampu membeli rumah atau kontrak. Sampai sekarang Rumah Gedong tua peninggalan abad 17 itu masih berdiri megah, masih ditempati beberapa kepala keluarga. Pemerintah seharusnya tanggap menetapkan sebagai bangunan cagar budaya.

Puncak acara haul malam hari diisi pembagian hadiah lomba, penampilan hadrah pemenang lomba, sambutan Bupati yang diwakili Wakil Bupati Rembang, Ceramah Agama oleh Habib Umar Mutohhar, SH dan Pembacaan Sholawat oleh Grup Hadrah Ahbabul Musthopa yang dipimpin Habib Hilmi Kudus. Pagi sebelumnya pembacaan tahlil di makam Mbah Srimpet. Dilanjutkan siang hataman Al Qur’an. Kemudian sore harinya tahlil di makam Mbah Sambu.

Sehari sebelumnya pada sore hari ada sunatan massal yang diikuti 25 anak. Setelah siang harinya  masyarakat Lasem dihibur Karnaval berkeliling jalan raya Surabaya-Semarang  di seputar Lasem tidak kurang 3 jam diikuti 35 regu, 1500 orang, dari berbagai  sekolah, pondok pesantren dan organisasi kemasyarakatan. Mereka berpartisipasi secara sukarela. Berbagai corak ditampilkan peserta pawai. Ada beberapa SD/ MI menurunkan Group Marching Band yang tampil sangat dahsyat. Saya menyaksikannya cukup terharu, sangat membanggakan. Peserta lainnya ada yang berpakaian daerah dan modis tapi ada juga yang apa adanya mencerminkan kesederhanaan namun penuh semangat berjalan kaki yang cukup jauh sembari membawa sepanduk bertuliskan pesan-pesan, slogan atau ajakan melanjutkan perjuangan masyayih,  dan bercanda menggunakan atribut seperti topi petani yang beraroma kritik membangun. Di sepanjang jalan yang dilalui peserta karnaval berderet ratusan pedagang kaliki lima dadakan. Malam harinya lomba hadrah diikuti 19 peserta group hadrah. Mereka tampil di panggung yang dipersiapkan panitia cukup apik dan megah. Penampilan mereka tidak main-main, semuanya menggunakan kostum hadrah yang cukup serasi.

Setelah puncak acara masih menyisakan acara prosesi pemulangan jamaah haji beberapa hari kemudian, menunggu kedatangan dari tanah suci. Pesan yang ingin disampaikan pemberangkatan haji dipusatkan di masjid agar mendapat doa keselamatan dari jamaah masjid bagi jamaah haji asal Indonesia. Sedangkan kedatangan jamaah haji langsung ke masjid tidak ke rumah untuk melakukan sujud syukur dengan menunaikan sholat kemudian membacakan doa untuk kaum muslimin dilanjutkan bersalaman dan selanjutnya diantar jamaah masjid ke rumah masing-masing.

Cerita berbasis budaya local di atas disamping diterbitkan/ dibukukan, diharapkan rangkain kegiatan haul tersebut nantimya dikembangkan terus. Penulis punya ide pementasan seni kontemporer kolosal mengabadikan perjuangan para pahlawan atau masyayih. Jika mendapatkan dukungan moril dan materiel dari berbagai pihak terkait mengusulkan tahun berikutnya dimasukkan sebagai tambahan atau bagian rangkaian kegiatan Haul Mbah Sambu.

*Telah disampaikan pada workshop penguatan budaya local di Yogyakarta tgl 9-10 Des 2011 yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Yogyakarta atas kerjasama Dit.Dikmas Kemendikbud.

 

Pagelaran Seni Kontemporer Kolosal Lasem

Filed under: Rb3 kauman lasem rembang — rb3kaumanlasem @ 12:43 am

Pagelaran Seni Kontemporer Kolosal Lasem
Oleh: Abdullah, S.IP, Ketua Padepokan Sam Bua (Seni Budaya Asmaulhusna), Lasem Kab.Rembang

Tanggal 10 Nopember 2011 adalah hari pahlawan. Pada tanggal itu bertepatan peringatan Haul Mbah Sambu, Mbah Srimpet (Tejakusuma I) dan Masyayikh Lasem. Menyambut hari itu Padepokan Sam Bua (Seni Budaya Asmaulhusna) Lasem melakukan repleksi perjuangan pendahulu kita. Kemudian muncul obsesi bersama komunitas seni budaya lainnya agar dapat segera mementaskan pagelaran kolosal episode pamungkas Perang Kuning, kisah heroik perlawanan rakyat Lasem terhadap VOC pada tahun 1750 M yang berlangsung selama tiga bulan tanpa henti. Wilayah Kadipaten Lasem saat itu meliputi Sedayu Gresik, Tuban, Rembang, Pati sampai Jepara.

Pagelaran seni mengambil setting tahun 1750 itu akan mengisahkan momen penyerangan terhadap markas VOC di Rembang oleh rakyat Lasem pada bulan Agustus di bawah pimpinan Adipati Lasem bernama Oei Ing Kiat bergelar Tumenggung Widyadiningrat yang berdarah Tionghoa dan beragama Islam, bersama RM Margono keturunan bangsawan (putera Tejakusuma V Adipati Lasem sebelumnya), dan Kyai Baidlowi Awwal (Ki Joyotirto).

Kemudian ada usulan dari beberapa elemen masyarakat agar penulis masukan tokoh perang kuning lainnya yang belum disebutkan. Ini berarti disamping mengambil setting 1750 kemunculan Kyai Badawi ahli kanuragan petak segara macan, juga mengambil setting Tan Kee Wie yang wafat tahun 1742, pendekar kungfu. Memang perlu, artinya perang kuning dapat ditampilkan secara utuh. Pagelaran seni tentu semakin seru, apalagi jika difilmkan. Namun yang penting figur semua etnik dan kultur sudah terwakili. Ada Tionghoa, santri, abangan dan bangsawan.

Arti penting peristiwa bersejarah tersebut, merupakan symbol kepahlawanan dan persatuan (pluralitas) di Lasem antara kalangan Tionghoa, santri, bangsawan dan abangan yang monumental yang perlu diabadikan, diwariskan kepada anak cucu. Sehingga perlu diangkat atau dipentaskan pagelarannya yang bersifat documenter pada setiap peringatan HUT Kemerdekaan RI dan Hari Jadi Kab.Rembang. Bahkan kisah tersebut diharapkan dapat menjadi muatan local sejarah daerah yang diajarkan di sekolah-sekolah di Kab.Rembang, menjadi tangga menuju kesadaran sejarah nasional.
Kebijaksanaan pemerintah kolonial masa Hindia Belanda tampaknya sampai sekarang status quo terhadap komunitas Tionghoa yang masih terisolasi di tengah kota. Melalui gerakan budaya diharapkan kembali seperti masa Tumenggung Widyaningrat, dimana semua entitas budaya dan komunitas etnik membaur dan setara. Saling memberi energi. Dengan demikian Lasem dapat berkembang, semakin kuat, maju dan makmur serta dapat memberi berkah bagi daerah-daerah di sekitarnya.

Waktu pagelaran direncanakan bulan Juli atau Agustus 2012 di alun-alun Rembang atau alun-alun Lasem depan masjid.
Ajang performance art itu didukung kegiatan wisata kuliner (lontong tuyuhan, jajanan), hasil kerajinan (batik, furniture), Seni Kreatif (lukisan, kaligrafi), agribisnis (mangga ,jagung, kawis, siwalan).

Hajat besar agenda kebudayaan masyarakat Lasem ini mendapat dukungan penuh Ki Mujar dari Sangkerta, yang sukses besar mengadakan pagelaran seni kolosal di even Jogya Java Carnival baru-baru ini. Katanya bagaimana kita bisa belajar menghargai dan menghormati perjuangan para sesepuh kita dahulu yang fenomenal tuk mengusir penjajah, yang divisualkan lewat pagelaran seni kolosal, kolaborasi seni rupa pembebasan, tari, musik, pedhalangan, sastra, teater, pantomim, kesenian etnik setempat, dan kecanggihan tehnologi audio vidio/ multi media yang dikemas dalam format pagelaran seni alternatif kontemporer, mari kita berkarya bersama. Bahkan Ki Mujar mau menyiapkan wayang raksasa dengan ukuran 1 x 2 meter terbuat dari bahan logam aluminium. Kalau begitu, nanti bisa tertantang berkolaborasi dengan kesenian Lasem tempo doeloe. Dan kesenian tradisi lainnya lainnya seperti ketoprak, hadroh, thong-thonglek, dll.

Untuk pagelaran kolosal nanti memakai personil 100 orang lebih, tidak harus orang seni, orang awam bisa kita garap. Jadi semua bisa terlibat. Bisa terdiri teman teater, ketoprak, wayang orang yang ada di Lasem, juga bisa merekrut anak sekolah, santri, pemuda masjid dan rekan IPNU. Syukur kalau ada keturunan Tionghoa, Belanda dan Arabnya. Wow asyiik jika semua elemen masyarakat terlibat.

Bahkan Pagar Nusa akan menurunkan personil penuh untuk memainkan lakon peperangan pada pagelaran seni tersebut. Yang penting bisa saling kerjasama dalam satu team. Pagelaran seni hanyalah salah satu alat untuk kita silaturahmi dan berinteraksi untuk berkarya. Tidak ada sekat-sekat politik.Hati kita dipertautkan oleh sense of art Lasem, Yogya, Madura, Halmahera, Papua yang universal. InsyAllah almarhum pahlawan Lasem yang sholeh ikut bermain di lakon yang akan kita pentaskan, terhitung sejak terbetik niat tulus kita.

Dukungan datang dari Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kab.Rembang yang sangat mengapresiasi rencana pagelaran tersebut.
Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip yang juga dari Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) memuji pengambilan tema sejarah tersebut dengan mengangkat nilai-nilai persatuan dan pluralitas yang selama ini dalam penulisan sejarah Lasem belum pernah diekspose. Bahkan meminta kepada penulis menyusun naskah ceritanya dengan sumber sejarah tertulis untuk kemungkinan nanti difilmkan ke layar lebar.

Sanggar Gentong Miring Sluke menyatakan kesediannya bergabung, namun katanya masih perlu dibicarakan pembagian peran secara detail.
Dukungan juga datang dari Group Hadrah The Kauman Coy, Pondok Pesantren Kauman Lasem.
Dukungan kongkrit diharapkan juga tentu datang dari Bupati dan Wakil Bupati Rembang serta masyarakat luas Kab.Rembang.

Terbuka kemungkinan kerjasama even organizer pagelaran seni kolosal ini diikutkan dalam Panitia HUT RI Pemkab Rembang, atau bekerjasama dengan Takmir Masjid Jami’ Lasem dalam rangkaian Haul Mbah Sambu.

Jauh hari sebelum pagelaran membutuhkan masukan survei pendahuluan kesenian tradisi yang ada di Kab.Rembang, agar semua lapisan masyarakat bisa terlibat dan merasakan punya gawe. Dan melakukan wawancara dengan beberapa narasumber terkait.
Dalam pagelaran seni ini harus memperhatikan adab atau sopan santun yang dijunjung tinggi masyarakat Lasem.

Maka kami mengajak semua kamunitas seni dan budaya Kab.Rembang terlibat aktif menyukseskan pagelaran seni kolosal tersebut. Karena acara ini milik kita. Dari kita oleh kita untuk kita. Mulai dari penyusunan agenda kebudayaan sampai pada pelaksanaan pagelaran seni.
Menyinggung lakon cerita, dalam Serat Sabda Badra Santi, disebutkan salah satu tokoh penting perang kuning dengan nama Kyai Ali Badawi dari Purikawak (Sumbergirang), Imam Besar Masjid Jami’ Lasem.

Kyai Ali Badawi mendapat penegasan perannya karena selama ini sedikit diekspose dalam penulisan sejarah Lasem. Padahal penting untuk memberi pesan kepada generasi muda tentang nilai-nilai kepahlawanan, kebhinekaan dan persatuan.

Keturunan beliau yaitu Kyai Abdul Aziz bin Joyotirto adalah besan Kyai Hasyim Asy’ari, kakek Gus Dur Bapak Pluralitas Indonesia. Dari Nyai Khoiriyyah binti Hasyim Asy’ari yang menikah dengan Kyai Muhaimin bin Kyai Abdul Aziz. Tanpa sengaja penulis juga menemukan pertautan nasab H.Syafii menantu Kyai Imron bin Syaikhona Kholil Bangkalan, putera Kyai Abdul Halim orang terkaya di Desa Mengarih Kec.Bungah Gresik. Memiliki tambak 700 ha, saking kayanya akan membuat lantai rumah, pekarangan dan jalan dengan uang logam gulden untuk tujuan menghina penjajah Belanda akhirnya dilarang. Memiliki hubungan saudara dengan Kyai Abbas Malang, Kyai Aqib Leran Lamongan dan Kyai Abdul Hadi Langitan yang asal-usulnya masih keturunan Kyai Abdul Alim Desa Tuyuhan, yang menurut Kyai Mustaidi ada yang menyebut namanya Kyai Abdul Halim bin Mbah.Sambu.

Yang mengagumkan dari Kyai Ali Badawi, juga karena kepedulian atau keterlibatan figur kyai pada perjuangan melawan Kompeni Belanda. Kyai Ali Badawi dimaksud tidak lain adalah K.H.Baidlowi. Seperti yang disampaikan oleh Bupati Rembang Hendarsono masa itu kepada K.H. Abdul Hamid Baidlowi Pengasuh Pondok Pesantren Al Wahdah Sumbergirang salah seorang buyutnya, seperti juga Nyai Hj.Nuriyyah Ma’shoem Lasem. Saat Pemkab Rembang mengabadikan namanya, Jalan KH.Baidlowi, Jalan Raya Semarang-Surabaya masuk jalan menuju kawasan Kajar yang kaya situs peninggalan Majapahit yang melewati Desa Ngemplak, Sumber Girang, Selopuro Tulis dan Kajar yang kata bupati diabadikan untuk mengenang jasa beliau pada Perang Kuning Tahun 1750 M. Menurut Pak Hendarsono yang berlatarbelakang TNI, KH.Baidlowi dulu masa perjuangan terkenal sakti ahli kanuragan petak segara macan.

Cukup menarik membaca Serat Sabda Badra Santi yang mengisahkan peranan mereka dan kedahsyatan perang tersebut. Namun karena halaman terbatas, saya kutip sebagian sebagaimana berikut:

…Wong-wong ora seneng diprentah lan dikuwasani daning “Kebo Bule”. Wong-wong padha gumrudug ngumpul jejel pipit ing alun-alun sangarepe Mesjid Lasem, padha sumpah prasetya maring RP Margana.”Lega lila sabaya pati sukung raga lan nyawa ngrabasa nyirnakake Kumpeni Walanda ing bumi Jawa”
Ing wektu kuwi kebeneran tiba dina Jumuwah wayahe santri-santri sembahyang Jumuwahan, kang diimami Kyai Ali Badawi ing Purikawak, Kyai ngulama Islam kang bagus rupane gedhe dhuwur gagah prekosa kuwi kapernah warenge Pangeran Tejakusuma I…Sawise wingi-wingine entuk dhawuhe RP Margana, sarampungi sembahyang Jumuwah Kyai Ali Badawi nuli wewara maring kabeh umat Islam, dijak perang sabil ngrabasa nyirnakake Kumpeni Walanda sapunggawane kabeh ing Rembang. Wong-wong samesjid padha saguh kanthi eklas, saur manuk sarujuk Perang Sabil bebarengan kambi brandal-brandal kang padha andher.
…Bala Sabil kang dipandhegani dening Kyai Badawi akeh kang migunakake ngelmu pengabaran petak senggara macan, jana mantra mandraguna ora tedhas ing gaman pedhang lan bayonete suradadu sarta tumbake prajurit-prajurit begundhale Walanda.
Perang ruket antarane prajurit Tumenggung Citrasoma kang dibantu mriyeme Walanda musuh Bala Sabil santri Lasem, silih ungkih adu kesekten.
Palagan ing sisih kuloni kutha Lasem katon nggrudug mbledug mangawuk-awuk…lempuk gaprukan. Perang rerempon adu arep dedreg ureg, adu kekendelan lan kasudiran sarta ketrengginasan lan kecukatan. Perang wis ruket adu dada lan dengkul, pedang nglawan bedana, tumbak nglawan keris.

Penutup
Semoga pagelaran seni kolosal ini mendapat apresiasi dan dukungan kongkrit instansi terkait, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Trims.

(Artikel di atas telah disarikan oleh Suara Merdeka kemudian dimuat di halaman Suara Muria hari Senin tgl 7 Nopember 2011)

 

SENI HADRAH RB3 KAUMAN LASEM

Filed under: Rb3 kauman lasem rembang — rb3kaumanlasem @ 12:30 am

Hadrah,

Magnet Kesenian Tradisi Berbasis Pesantren*

 

Oleh: Abdullah, S.IP, Ketua  RB3 Kauman Lasem Kab.Rembang

 

Bagi sebagian orang, hadrah atau rebana mungkin kedengaran kampungan. Namun di situlah letak keunggulannya. Sebagai kesenian tradisi yang telah berusia tua. Turun temurun dibawakan di berbagai pelosok kampung. Terutama di lingkungan pesantren, data tarik atau apresiasi kesenian hadrah begitu besar. Salah satu khazanah kekayaan kesenian tradisi Indonesia itu memerlukan sentuhan gerakan penguatan budaya local. Kesenian lokal yang harus dipertahankan.

Salah satu fungsi seni budaya lokal adalah sebagai filter budaya luar yang dinilai tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa dan tak pantas untuk diadopsi.
Di Lasem Kab.Rembang, kota santri, group-group hadrah tumbuh subur sejak dahulu. Setiap setahun sekali diselenggaran Lomba Hadrah Tingkat Kab.Rembang memperebutkan  Piala Bupati dalam rangka Haul Mbah Sambu dan Masyayikh Lasem di Masjid Jami’ Lasem. Insyallah tahun 2012 mengundang icon hadrah Habib Syekh As Segaf Majlis Nurul Mustofa Solo. Yang kehadirannya biasanya mengundang lautan massa bak bumi bersholawat. Hadrah sesungguhnya memiliki potensi yang besar menggerakkan masyarakat ke arah positif.

Di Pondok Pesantren Kauman Lokasi RB3 Kauman Lasem,  seiiring berdirinya pesantren itu tahun 2003 telah tumbuh kesenian hadrah. Didukung Proyek RB3 2010, sebagian dialokasikan untuk dana stimulant menambah peralatan music. Membuat personil hadrah semakin giat berlatih. Semakin sering mendapat undangan tampil di kampung-kampung. Bahkan moril atau kepercayaan dirinya bertambah, mau mengikuti lomba hadrah untuk pertama kalinya dengan nama The Kauman Coy. Tahun 2010 mengikuti lomba di Pati Juara Harapan 3, lumayan. Dan baru-baru ini  Juara Harapan 1 di Lasem, sayang tidak tampil maksimal karena panitia lupa menyediakan peralatan hadrah ketepak. Yang penting tetap semangat. Menjadi garansi keberlangsungan hadrah di tanah air.

Peralatan yang dimiliki The Kauman Coy masih terbatas. Meski disamping peralatan, yang tidak kalah pentingnya kemampuan olah vocal vokalisnya. Bahkan tidak jarang ikut menentukan juara tidaknya.

Hadrah di pesantren disamping sebagai aktualisasi potensi berkesenian, media dakwah lewat music, juga sarana pelepasan relaksasi (hiburan), refressing yang positif di tengah kepenatan belajar.

Pepatah tua dari Melayu  mengatakan,” hidup tanpa seni budaya bak minum tidak bergula, pohon rindang tak berbuah,”
Ada beberapa peralatan hadrah sbb :  Tumbuk batu, Tumbuk pinggang, Marawis, Gendang tabla Tamburin PVC/ purnakel, Hajir, Cymbal Statis, Jagrak, Remo hadrah, Bass, Terbang, Tamrin, dan Ketepak.

Hadrah menggunakan drum ensemble yang biasa digunakan sebagai iringan untuk menyanyikan nyanyian yang sifatnya memuji agama Islam. Kesenian ini terdiri dari beberapa rebana antara 8 atau bahkan 10 rebana yang dimainkan dalam musik ensemble ini.

Hadrah merupakan seni menabuh terbang, sambil menyanyikan lagu-lagu Islami yang biasanya kesenian itu ditampilkan dalam setiap acara perkawinan atau hajatan.

Hadrah adalah perpaduan seni membawakan gendang, kadang dengan para penari yang menari dengan gaya duduk serta lenggak- lenggok lemah gemulai disertai gerakan yang dimodifikasi hingga timbul satu kesatuan gerak.
Biasanya alunan gendang dibawakan oleh tiga orang penabuh dan lagu. Yang didendangkan adalah yang bernafaskan Islami.
Maka kita harus punya kebanggan nasional terhadap kesenian hadrah. Jangan sampai terjadi seperti Kesenian Hadrah Bawean yang berasal dari Kabupaten Gresik, Jawa Timur diberitakan KOMPAS.com –rawan diklaim oleh Malaysia, ini lantaran berdasar laporan yang diterima Dewan Kesenian Gresik dari warga Bawean di Malaysia, kesenian tersebut mulai menjadi incaran untuk diklaim. Penduduk Malaysia biasa menyebut seni hadrah dengan nama“ kompangan”.

Atau seperti kekhawatiran Kesenian Hadrah khas Melayu Kab.Sanggau Kalbar terancam punah. Menyusul kemajuan di berbagai bidang dewasa ini.

Diharapkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan setempat  lebih perhatian terhadap keberadaan kesenian hadrah. Agar bisa menjaga kesenian dan kebudayaannya sendiri.

Menurut Gusti Syafrudin di Sekayam Kalbar tahun lalu, seiring derasnya arus globalisasi, hadrah di Kalbar merupakan warisan leluhur yang mulai memudar. Bahkan terancam punah karena tergeser oleh budaya baru yang dipengaruhi oleh dunia barat. Seni budaya merupakan warisan dari para leluhur yang tidak boleh hilang atau terlupakan, terlebih yang bercirikan etnis dan keagamaan tertentu.

Seni Hadrah di Kab.Sanggaum Kalbar, menurut ia kini amat jarang ditampilkan dalam berbagai kegiatan. Kecuali pada waktu-waktu tertentu seperti acara resepsi pernikahan atau peringatan hari besar Islam dan festival budaya.
Sehingga menurutnya, tidak berlebihan jika ada generasi muda yang mungkin tidak tahu dengan Hadrah tersebut.
Saat ini tinggal sejauh mana masyarakat sebagai pemilik seni budaya Hadrah ini bisa mewariskan kepada generasi muda.

Menghidupkan kembali seni budaya bukan berarti lebih mementingkan sukuisme atau ego kedaerahan. Namun lebih mencerminkan nasionalisme dalam kerangka negara kesatuan Republik Indonesia,
Kesenian Hadrah tidak hanya dimiliki suku bangsa Melayu di Nusantara. Tapi juga masyarakat Betawi Jakarta, Gresik Jatim, juga masyarakat Lasem Jawa Tengah. Bahkan seluruh daerah di Indonesia. Karena itu sangat disayangkan jika warisan leluhur ini hilang yang disebabkan oleh tidak adanya regenerasi.

Karena itu perlu ada regenerasi yang akan tetap menghidupkan seni budaya agar tidak hilang tertimbun budaya luar.

Menjadi tanggung jawab masyarakat maupun pemerintah untuk melestarikan seni budaya tersebut dan seni budaya lainnya.

Kita optimistis jika seni budaya tersebut dikembangkan, akan dapat menjadi magnet atau daya tarik tersendiri.

Maka kepedulian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan perlu kita dukung dan tunggu program-program kongkritnya.

RB3 Kauman Lasem yang berbasis di pesantren, siap memberikan hadrah rumah atau benteng kesenian tradisi Indonesia.

Kita optimistis jika seni budaya tersebut dikembangkan, akan dapat menjadi magnet atau daya tarik tersendiri.

Lasem, 3 Desember 2011

 

 

*Telah disampaikan pada workshop penguatan budaya local di Yogyakarta tgl 9-10 Des 2011 yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Yogyakarta atas kerjasama Dit.Dikmas Kemendikbud.

 

 

 

Ketika saat mengikuti lomba HADRAH di kab. pati yang mendapatkan juara harapan 3 lumayan kenapa karena grup hadrah ini baru pertama kali mengikuti lomba hadrah .