rb3kaumanlasem

Just another WordPress.com site

PROFIL KEGIATAN RB3 KAUMAN LASEM Januari 8, 2012

Filed under: Rb3 kauman lasem rembang — rb3kaumanlasem @ 1:37 am

     YAYASAN KAUMAN LASEM

RINTISAN BALAI BELAJAR BERSAMA “KUMALA”

Jl.Kauman RT 2 RW 2 Desa Karangturi Kec.Lasem Kab.Rembang-Jateng, Telp.0295 531556

PENYELENGGARAAN RINTISAN BALAI BELAJAR BERSAMA “KUMALA”  TH 2010

A. LEMBAGA

1. Nama Lembaga               :           Yayasan Kauman Lasem

2. Alamat Lembaga             :           Jl.Kauman RT 2 RW 2 Desa Karangturi Kec.Lasem Kab.Rembang-Jateng

3. Ketua Yayasan                :           Hj.Durrotun Nafisah, S.Ag

4. Pembina Yayasan            :           KH.M.Zaim Ahmad Ma’shoem

5. Ketua RB3                      :           Abdullah, S.IP

6. No.Telp/Fax                    :           (0295) 531556, HP 081575314851

B. URAIAN KEGIATAN DAN PENJELASAN

Komponen

Vol.

Jenis

Satuan Biaya (Rp)

Jumlah (Rp)

Pelaksanaan

Keterangan

 

 

 

 

 

Rencana

Realisasi

 

I. BIAYA INVESTASI

102.000.000

 

Penataan Kelembagaan

1

Keg

2.500.000

2.500.000

  1. Sosialisasi acuan RB3 2010

Maret 2010

Maret 2010

  1. Konsolidasi kelembagaan B3 Kumala

April 2010

April 2010

  1. Penataan unit-unit kelompok dbw struktur B3 Kumala.

Pasca program, RB3 memperluas kerjasama lintas sektor dan lebih mengaktifkan fungsi kelembagaan (aktualisasi unit yang telah terbentuk) yaitu:KBU,lab komputer dan jaringan,majlis taklim,padepokan asmaul husna,dll

April 2010

April 2010

 
  1. Penyusunan proposal dan kelengkapan dokumen

Mei  2010

Mei 2010

  1. Koordinasi di tingkat pemerintahan desa

Mei 2010

Mei 2010

  1. Pembuatan papan nama B3 Kumala

Juni 2010

Juni 2010

  1. Audiensi dan rekomendasi Dinas Pendidikan Kabupaten dan Prop.Jateng

Juli 2010

Juli 2010

Penyediaan Sarana/Prasarana

99.500.000

a.Tempat kegiatan (Pembangunan gedung kegiatan B3)

Meski alokasi dana sangat terbatas, realisasi pembangunan semaksimal mungkin. Pengecoran dak disamping dikerjakan tukang dan kernet juga dibantu penuh warga belajar, pengelola dan anggota masyarakat siang malam. Menunjukkan adanya bentuk keswadayaan, gotong royong dan kepedulian terhadap keberadaan balai belajar bersama. Selama proses pembangunan perlu adanya pengawas yang memiliki kompetensi teknik sipil  rumah bertingkat/ rusun, agar di kemudian hari tidak terjadi keretakan dinding dan tulang/ cor beton bangunan. Apalagi ketahanan bangunan di pesantren biasanya berumur puluhan tahun.

 

56.000.000

Agustus- September 2010

September s/d Desember 2010

Pasca program dimanfaatkan untuk  bangunan serbaguna terutama yang terkait program Balai Belajar Bersama.

b. Taman Bacaan Masyarakat

    TBM Kumala berdiri sebelum adanya rencana rintisan B3. Mungkin pertama ada TBM di pondok pesantren di Indonesia. Dengan nama TBM mengisyaratkan Pesantren Kauman membuka diri terhadap masyarakat.

Pengelola B3 Kumala melalui surat,brosur,papan nama, atau himbauan lisan kepada RT, RW, masyarakat sekitar termasuk kepada siswa dan guru SDN Karangturi  yang berlokasi di depan TBM Kumala, membuka kesempatan seluas-luasnya untuk membaca koleksi buku umum dan keagamaan, terkait pengembangan karakter dll sekaligus meramaikan TBM Kumala pada jam istirahat, pas pulang sekolah, atau di luar jam sekolah. Agar terjalin komunikasi, sekaligus mengenalkan kehidupan Pesantren Kauman, lingkungan yang lebih luas, dimana TBM atau B3 Kumala berada di dalamnya. Menjadikan B3 Kumala sebagai labschool pendidikan karakter berbasis pesantren.

Pasca program diharapkan keberadaan TBM Kumala semakin berkembang. Dengan upaya penambahan buku baru, kapasitas teknis dan layanan.

23.000.000

Budaya tulis menulis terus digalakkan. Telah mencoba mengirim tulisan ke Majalah Aksara dan Suara Merdeka.

Rencana kegiatan pasca program menyelenggarakan pelatihan dasar jurnalistik.

Untuk membangkitkan tradisi keilmuan warga belajar, pasca program mengadakan kegiatan rutin diskusi kelompok membahas topik aktual di media cetak dan bedah buku. Untuk merangsang diskusi dengan topik-topik ringan dulu yang sedang trend, menjadi perbincangan di kalangan anak muda.

     Rak/meja/mebeler lain

4

set

2.000.000

8.000.000

Agustus- September 2010

September- Oktober 2010

 

Bahan Bacaan

Bahan bacaan yang tersedia termasuk berupa koran dinding, dengan berlangganan Suara Merdeka dan Jawa Pos. Karena terpampang di tempat terbuka juga sering di baca masyarakat sekitar, antara lain siswa-siswi SDN Karangturi.

500

Eksp.

     30.000

15.000.000

Agustus- September 2010

September- Oktober 2010

Telah mendapat bimbingan penyusunan klasifikasi dan katalog buku dari Bp.Rudi, staf Perpusda Rembang.

 

c. Teknologi Informasi dan Komunikasi

10.500.000

    Komputer+Meja Kursi

1

set

5.100.000

September 2010

September 2010

    Jaringan telepon+Internet

1

Set

3.000.000

September 2010

Oktober 2010

    Langganan Internet

12

bln

          200.000

2.400.000

September 2010-2011

Oktober 2010

Sistem berlangganan perpanjang setiap bulan

d. Investasi Usaha

      10.000.000

    Alat/Sarana

    Pengadaan 2 mesin jahit biasa bukan higt speed

1.500.000

3.000.000

Oktober- November 2010

Oktober 2010  
    Tutor pelatihan menjahit 2 bulan

        1.000.000

2.000.000

Oktober- November 2010

Mulai 10 Oktober s/d 10 Des 2010

Pasca program semakin giat berlatih dan hasil belajarnya memiliki nilai jual tinggi.
    Perawatan/reparasi

       1.500.000

Oktober- November 2010

Oktober-Desember 2010

Juga utk  reparasi peralatan lainnya di luar proyek

    Bahan baku kain, benang, modal  dan ATK.Rp2.000.000

 

 

 

 

 

Oktober- November 2010

Oktober 2010

Unit jahit dan bordir yang selama ini berdiri pada pasca program mengagendakan promosi yang lebih agresif agar menerima order dari masyarakat, disamping juga santri.
II. BIAYA OPERASIONAL

Bantuan Kelembagaan

a. Transportasi pengelola

 

12

OB

500.000

6.000.000

Januari- Desember 2010

Januari- Desember 2010

b. Transportasi 2 Staf

 

24

OB

400.000

        9.600.000

Januari- Desember 2010

Januari- Desember 2010

Kegiatan

Kegiatan wajib

45.000.000

1.Pengembangan Karakter dan Budaya

1.1.a. Pengajian Umum Tematik  Malem Setu

Selama proses pengajian terjadi peningkatan budaya tulis di kalangan peserta pengajian. Peserta rata-rata berusia tua diarahkan mencatat materi pengajian karakter yang disampaikan nara sumber pada lembar catatan yang disediakan pengelola B3. Sehingga tingkat pemahaman dan internalisasi nilai lebih membekas di sanubari. Peserta didorong  dan semakin banyak yang tertarik menyampaikan pertanyaan, karena disampaikan secara tertulis. Hal tersebut salah satu upaya B3 Kumala melakukan pengeterapan medium keaksaraan secara luas.Warga belajar menjadi terbiasa budaya tulis menulis. Ternyata sangat mendukung kinerja otak dan mempertajam ingatan, karena ada 4 aktifitas yang baik bagi otak yaitu melihat, mendengar, membaca dan menulis/mencatat. Catatan dan pertanyaan  yang ditulis peserta juga dapat menjadi bahan evaluasi sejauh mana materi yang disampaikan narasumber terserap peserta.

1.1.b.Pengajian Ba’da Subuh***

     27.700.000

Agustus- November 2010

Agustus- Nopember 2010

Pengajian masih berlanjut.

Pasca Proyek RB3 2010, pendidikan karakter menjadi program unggulan B3 Kumala. Mengingat memiliki ciri khas, sejarah, dan dukungan sumberdaya pesantren. Dengan penguatan kompetensi moral/ akhlak,ilmu budaya dasar, dan kewiraan.

Adapun buku ajar yang digunakan pada pengajian  malem setu adalah “Riadlush sholihin”, terjemah bebasnya penggembelengan agar menjadi orang-orang saleh.

 

1.2 Pelatihan Rebana

       Frekwensi latihan B3 selama pelatihan meningkat menjelang pentas lomba rebana se Kab.Rembang dalam rangka Haul Mbah Sambu Lasem.Hampir tiap malam latihan sampai tengah malam.Sejak H – 10. Latihan dimulai setelah semua aktifitas belajar rampung.

 

 

6.020.000

September- November 2010

September- Nopember 2010

Pelatihan mulai maksimal karena pemesanan/ penambahan alat rebana sudah jadi/diterima.Peserta mulai giat berlatih dengan variasi alat baru.
1.3 Pementasan Rebana

       Rebana B3 Kumala pentas di kampung-kampung memenuhi kebutuhan hajat masyarakat antara lain di Desa Sendang Asri, Selopuro, dan Sumbergirang (Nopember), Desa Karaskepoh (Oktober) dan Desa Jape (September).

Juga aktualisasi diri,uji kemampuan, dan bahan evaluasi dengan berpartisipasi pada Karnaval dan Lomba Rebana se Kab.Rembang dalam rangka Haul Mbah Sambu,Mbah Srimpet (R.M.Tejokusumo) dan Masyayih Masjid Jami’ Lasem tgl 19-21 Nop 2010. Setelah Rebana B3 memiliki personil lengkap dan terlatih karena didukung kelengkapan peralatan baru dan pelatihan intensif, maka tahun ini ini pertama kali mengikuti lomba rebana tersebut pada 20 Nopember 2010. Untuk karnaval juara III dan rebana mendapat sertifikat dan  apresiasi/ penghargaan dari masyarakat.

 

2.280.000

September- November 2010

September- Nopember 2010

Sekarang peralatan pentas rebana B3 dapat disediakan sendiri,

tidak pinjam.

2.Pengembangan Aksara Kewirausahaan

Pemberian dana stimulan modal usaha.

9.000.000

2.1.KBU Waserda

Waserda berlokasi persis di sebelah TBM.Dilengkapi kantin dan dapur.Menjajakan kebutuhan sehari-hari termasuk jajanan.Pasca program  disamping masih menjual jajanan ciki dan mie instan akan lebih mengutamakan asas manfaat yang mengenyangkan (karbohidrat),murah, sederhana, menyehatkan dan praktis  seperti biskuit dan bahan olahan dari pisang,ubi, singkong, tempe (mendoan), kecambah (bakwan). Dan menyediakan teh seduh, jahe,mengurangi produk instan yang mengandung pengawet.Sekaligus agar anggota KBU terlatih membuat kuliner panganan  tradisional.

3.000.000

Agustus- September 2010

Agustus- September 2010

Dikelola secara manajemen kelompok.

2.2.KBU Glender Snack

Pasca program memperbaharui banner/ papan nama.

3.000.000

Agustus- September 2010

Agustus- September 2010

Terjadi peningkatan omset penjualan dan keuntungan.

2.3.KBU Busana Muslim

Menyediakan perlengkapan haji dan batik tulis lasem

3.000.000

Agustus- September 2010

Agustus- September 2010

Anggota KBU termotivasi wirausaha

Kegiatan pilihan

    30.000.000

1. Revitalisasi Industri kebudayaan:

Kursus kaligrafi

Rencana kegiatan pasca program akan melestarikan dan menghidupkan terbentuknya Padepokan Seni dan Budaya Asmaul Husna. Meliputi kegiatan kaligrafi, sastra, drama, dan musik rebana.

 

5.000.000

Oktober/ September 2010

Oktober 2010

Hasil karya terbaik dipamerkan pada hari aksara intenasional di Rembang.
2.Pembelajaran masa depan dengan memanfaatkan TIK:

 

Pengadaan 4 komputer terdiri dari 1 laptop dan 3 PC

 

Pembelajaran komputer dan internet

 

 

 

20.000.000

         5.000.000

 

 

 

 

 

 

 

 

 

25.000.000

 

Oktober- November 2010

Oktober- november 2010

September 2010

Nopember 2010

Sejak September dilakukan instal komputer baru, pembuatan mebeler dan berlangganan internet spedy.**

 

Dokumentasi,Publikasi dan Administrasi

 

Dokumentasi

Pengambilan foto kegiatan

 

Publikasi

Peresmian lembaga/kegiatan B3 Kumala

Pada tanggal 19-21 Okt 2010 B3 Kumala telah mengikuti stan Pameran Hari Aksara Internasional ke 45 se Jawa Tengah di alun2 Rembang diresmikan oleh Asisten Kesra Pemprov Jateng mewakili Gubernur Jateng.

Yang dipamerkan di Stan B3 Kumala:LCD profil B3 Kumala,foto kegiatan,karya kaligrafi,sudut baca TBM B3,Ponpes kauman/pengajian malem setu,mesin seal, KBU Snack dan Busana binaan B3 menjajakan jajanan khas rembang, batik dan perlengkapan haji.*

Khusus Ponpes Kauman telah mengikuti karnaval menyambut 17 Agustus dan Hari Jadi Kab.Rembang. Memperoleh penghargaan juara II kategori kreatifitas yang diselenggarakan di Lasem.

 

Pembuatan banner B3 di unit-unit kegiatan B3 Kumala

 

Administrasi

Pembuatan stempel TBM (sumber buku)

Pen-cap-an sablon asal barang inventaris B3 kumala

Buku induk/daftar hadir peserta

Daftar hadir tutor/narasumber

Buku inventaris

Buku Kas Laporan Keuangan

 

1

Keg

5.000.000

Agustus- September 2010

September- Desember 2010

 

 

 

Aktifitas selama pameran:

-Pembelian gabus dll utk penbuatan gapura

-10 penjaga stan (dirotasi, sebagian personil rebana)

-Tenaga dekorasi (personil sanggar kaligrafi B3).

-Transportasi dan konsumsi.

 

 

Pelaporan

 

Penyusunan Laporan dilengkapi foto kegiatan, bahan ajar dalam bentuk cetak dan visual.

 

 

Dokumentasi proses dan hasil rintisan dalam bentuk fortopolio dan CD.

 

2

Keg

      1.200.000

 

 

 

1.200.000

         2.400.000

Desember 2010

Desember 2010

 

Laporan terakhir Kemajuan Pelaksanaan RB3 Kumala sebelumnya telah diberikan  ke Dikmas  per 21 Nop 2010

Jumlah

 

200.000.000

 

                                                                                                                                                                                                                                                                                            Rembang, 10 Desember 2010

Rintisan Balai Belajar Bersama Kumala

YAYASAN KAUMAN LASEM

 

 

CATATAN KAKI :

 

*          Beberapa alasan B3 Kumala memilih publikasi melalui keikutsertaan dalam Pameran Hari Aksara Internasional :

1. Sesuai himbauan Dikmas Ditjen PNFI. B3 Kumala mungkin satu-satunya Balai Belajar Bersama yang mendapat stand pameran se Jawa Tengah.

2. Waktu pameran diselenggarakan pada masa pertengahan pelaksanaan proyek RB3, artinya belum dapat menampilkan profil B3 secara tuntas, final atau utuh. Namun      demikian B3 Kumala tetap berani tampil sebagai rasa tanggung jawab, memandang perlu memanfaatkan even pameran hari aksara internasional  sebagai media publikasi program B3 Kumala kepada masyarakat luas sekaligus bentuk akuntabilitas sosial.

3. Pameran diikuti antara lain oleh P2PNFI Reg.III Jateng, Perwakilan Desa Vokasi setiap kabupaten/kota di Jawa Tengah, Forum TBM/PKBM Jateng, PW Muslimat & Aisyiah Jateng, dan PP Kauman Lasem. Bagi B3 Kumala keikutsertaan pameran juga dapat menambah wawasan tentang berbagai program pnfi, bertukar pengalaman dan jejaring stake holder keaksaraan se Jawa Tengah.Sehingga diharapkan dapat menambah kepercayaan diri, silaturahmi, kinerja lembaga, serta perluasan program. Saat pameran, pengelola TBM Kumala memperoleh contoh teknis administrasi pengelolaan TBM dari Pengurus Forum TBM Jateng dan mengcopy Buku Pedoman TBM dari PC Muslimat Rembang yang diterbitkan Dikmas.

 

**        Dengan tersedianya fasilitas komputer dan jaringan internet  dari proyek RB3 2010 di B3 Kumala, menimbulkan iklim pembelajaran yang kondusif, diantaranya telah terjalin dengan sendirinya proses pembelajaran internet sesama civita akademika B3 Kumala yang telah melek aksara dunia maya mau mentranspormasikan pengetahuannya secara mandiri  walau terbatas kepada rekannya yang belum bisa sama sekali (gapnet). Meski secara insidentil, paling tidak telah memberikan gambaran umum internet.

Maka penyelenggara melanjutkan kebijakan membuka akses pembelajaran komputer seluas-luasnya kepada warga belajar. Tentu saja diikuti pengaturan jadwal peserta mengingat jumlah komputer terbatas, tata-tertib pemakai, dan perhitungan over head.

Kegiatan tersebut sekaligus bahan evaluasi pra pembelajaran untuk pelaksanaan pembelajaran yang sebenarnya oleh tutor profesional  (Juara I perancang penggunaan TI instansi pemerintah tingkat Jateng).

Sehingga dapat teridentifikasii peserta kategori dasar dan lanjut. Adapun kebutuhan pelatihan dasar internet seperti masuk ke jalur on line, mengirim dan membaca e-mail, membuka website, gogle dan facebook dll. Sedangkan kebutuhan pelatihan tingkat lanjut seperti :Membuat web, mencari berita (newsgroup), pengetahuan, peluang bisnis, dapat on line secara  interaktif.

Bahan belajar internet banyak dijumpai di toko buku. Namun pengelola membantu tutor berusaha mendapat cara gampang belajar internet, seperti produksi P2PNFI Reg.II Semarang yang biasa dipakai dalam pembelajaran keaksaraan. Namun sudah meminta beberapa hari belum dikirimi. Sambil jalan akhirnya  mencoba mengembangkan sendiri, yang mudah dipelajari warga belajar.

Kemudian pengelola mengambil inisiatif mendatangi Kantor P2PNFI Reg.III Jateng di Ungaran. Akhirnya dari Bapak Jamal/ Bp Rudi Seksi Informas/ICTi P2PNFI mendapatkan VCD interaktif berjudul Cara gampang belajar internet untuk memfasilitasi warga belajar. Agar VCD dapat diaktifkan atau difungsikan, komputer di B3 Kumala harus di instal program dahulu yang compatible dengan sistem operasi dalam VCD interaktif itu.

Dengan demikian B3 Kumala dapat meyelengggarakan pembelajaran internet secara mandiri dan personal, karena di dalam VCD tersebut sudah terdapat paket modul pelatihan secara terpadu, dibantu program komputer dalam VCD itu yang dapat memandu warga belajar secara interaktif audio visual.Dalam arti ada penjelasan lisan langkah demi langkah mengakses internet, juga ditampilkan visualisasi layar internet yang sebenarnya, diiringi cursor yang begerak kesana kemari memberi petunjuk. Sehingga warga belajar tidak lagi selamanya bergantung adanya tutor, modul cetakan, bahkan kelas. Meski idealnya B3 tetap memiliki sarana  belajar sistem klasikal dalam bentuk Laboratorium Komputer dan Jaringan. Sehingga diharapkan terjadi otomatisasi kegiatan, Pembelajaran sepanjang waktu. Tidak ada alasan tidak bisa belajar karena keterbatasan sarana prasarana, selama ada kemauan belajar yang kuat.Diharapkan terpatri karakter hubbul ilmi, tradisi belajar segala ilmu pengetahuan di lembaga B3 Kumala berbasis pesantren.

Pasca pembelajaran, diharapkan semakin banyak yang melek dan gemar ber internet ria (dalam arti positif). Setelah melihat perkembangan yang marketable, B3 Kumala akan membuka pelayanan warnet secara komersial, diutamakan untuk kalangan sendiri. Tidak semata-mata profit oriented.Kewirausahaan sosial , untuk menopang kesinambungan program keaksaraan lainnya (dalam arti luas).

Kelas internet diupayakan di ruang baca TBM Kumala yang selalu buka sesuai jam buka, bukan di Kantor agar warga belajar terlayani dengan nyaman, tertib, aman, dan dan accestable (tidak pakeuwuh mengaksesnya), didukung bahan bacaan dan kantin.

 

***      Jika pengajian malem setu  pesertanya mesyarakat sekitar pondok pesantren, sedangkan pengajian ba’da subuh khusus santri yang mukim di pondok pesantren. Dilakukan intensif setiap hari kecuali selasa dan jum’at. Kegiatan tersebut sebagai upaya B3 Kumala memberikan bekal pendidikan karakter santri. Adapun buku ajar yang digunakan Kitab Nashoihul ‘Ibad, artinya wejangan bagi ahli ibadah, yang memiliki otoritas keilmuan atau standar kompetensi.Masuk kurikulum pendidikan karakter di pesantren kauman. Jumlah peserta pengajian ba’da subuh 134 putera-puteri dengan narasumber yang sama seperti pengajian malem setu, yaitu pengasuh pondok pesantren atau pembina Yayasan Kauman Lasem, KH. A .Zaim Ahmad Ma’shoem.

Peserta pengajian ba’da subuh terdiri dari usia remaja dan sebagian kecil anak-anak. Untuk memperkuat keberaksaraan sejak usia dini, anak-anak yang tidak membawa kitab kuning, mengingat belum memiliki dasar pemahaman aksara arab untuk mengikuti, sementara menjadi mustami’ (pendengar), namun didorong membawa buku tulis agar mencatat uraian narasumber dengan aksara latin atau pegon. Dengan harapan tradisi budaya baca tulis semakin terasah. Tentu saja juga agar tidak mengantuk, ada tolok ukur keaktifan mengikuti pelajaran. Memberi sugesti kepada penulisnya  setiap hurup yang dicatat akan menjadi saksi amal baik di akhirat nanti.Disamping kebiasaan bangun pagi sebagai pola hidup sehat dan penegakan disiplin.

Materi kitab Nashoihul ‘Ibad antara lain mengajarkan “ hidup ngawulo” maring gusti Allah SWT. Belajar dan bekerja harus ikhlas, sepenuh hati, tanpa pamrih semata-mata diniatkan ibadah. Kedudukan manusia sama di sisi Tuhan YME. Yang dinilai Taqwanya, amal baiknya baik hablumminallah (hubungannya dengan Tuhan) dan hablumminannas (sesama manusia). Allah SWT akan mengangkat derajat orang yang berilmu dan mengamalkannya. Seutama-tama jihad adalah memerangi nafsu diri sendiri. Bersikap waro/ wirai’ yaitu pantang makan barang subhat apalagi haram.

Santri dilatih olah hati, pikiran dan gerak perbuatan. Santri didorong menunaikan qiamullail (bangun tengah malam jam 12) untuk sholat tahajjud agar memiliki kepekaan spiritual dan ESQ. Bagi B3 Kumala mendirikan sholat bukan semata-mata kewajiban tapi juga merupakan kebutuhan santri sebagai media religiositas dan pembelajaran, menjadi kompetensi dasar bahkan fondasi pendidikan karakter santri.Mendorong mengajak kebaikan menjauhkan perbuatan keji.Mudah-mudahan pesantren dapat memberikan sumbangan pilihan model pendidikan karakter.

Kegiatan pengembangan karakter dan budaya Yayasan Kauman Lasem menggunakan forum pengajian bukan tanpa dasar, tidak mengurangi kompetensi dasar pembelajaran. Karena tetap menggunakan rujukan kitab sebagai bahan ajar. Bahkan pengajian terasa lebih familiar dan accestable ,di lingkungan pesantren. Dengan modifikasi lebih mendorong siswa atau jamaah pro aktif. Sehingga pesan-pesan pengembangan karakter dapat disampaikan secara efektif.

Untuk pembentukan karakter, sistem asrama lebih mendukung lingkungan yang kondusif. Dalam keseharian dibuat aturan kedisiplinan dan rambu-rambu etika kepribadian.

 

Selain 2 (dua) kitab bertemakan akhlak di atas, diajarkan juga kepada santri kitab akhlak Irsyadul Ibad, Shoya, Minahus Saniyah, dan Taklimul Mutaallim. Paling banyak dibanding pesantren lain yang umumnya dominan diajarkan kitab fiqh atau nahwu shorof (gramatika bhs.arab), disamping hadits dan al qur’an. Maka wajar kalau Rintisan B3 Yayasan Kauman Lasem yang berbasis Pondok Pesantren Kauman jika ditetapkan Kemdiknas menjadi pilot project percontohan pendidikan karakter dengan segala kekhasannya. Pada pemerintahan yang bersih di era reformasi  yang sedang gencar-gencarnya memberantas KKN, dimana korupsi masih merajalela, adalah sebuah keniscayaan mengembalikan orientasi pendidikan kepada pembentukan karakter bangsa. Dahulu kita kenal mirip pendidikan budi pekerti. Pemerintah dalam hal ini Kemdiknas mengajak semua kalangan pendidikan, termasuk pondok pesantren. Kalangan pesantren menyampaikan terimakasih, di sisi lain menaikkan animo masyarakat.

 

Pasca program, Kemdiknas perlu memfasilitasi RB3 melakukan studi banding pada Labschool Pendidikan Karakter IPB. Untuk masukan, pihak RB3 juga perlu mempelajari kurikulum PKBM Qaryah Thayyibah hasil review Puskur Balitbang Kemdiknas. Dari hasil telaah tersebut RB3 melakukan konsolidasi, kemudian pada gilirannya RB3 dilakukan review kurikulum oleh Puskur Balitbang Kemdiknas. Hasilnya, setelah kurikulum tersusun barulah RB3 ditetapkan menjadi model pendidikan karakter.

Untuk evaluasi selama proses pembelajaran, dilakukan secara berkala dengan mengumpulkan buku catatan peserta didik. Agar dapat menambah perhatian atau kesungguhan terhadap materi yang disampaikan narasumber. Juga untuk menganalisa atau mengukur seberapa jauh pelajaran dapat terserap. Untuk evaluasi di akhir pembelajaran kebetulan waktunya bersamaan masa pembagian rapor di sekolah. Kesempatan ini dimanfaatkan pengasuh selaku narasumber memanggil satu persatu siswa untuk menghadap dan dilihat nilai rapornya secara langsung. Kebijaksanaan ini meski sederhana dan bersahaja akan menimbulkan efek psikologis siswa agar meningkatkan motivasi prestasi belajarnya.Pengasuh juga menyampaikan strategi belajar.

Dalam sistem pendidikan RB3 dibuat aturan tata tertib dengan pola reward and punishment. Kalau di lingkungan pesantren dikenal ta’dzir atau hukuman, namun bersipat mendidik, memberikan efek jera sekaligus pembinaan yang ada manfaatnya, bukan cara kekerasan yang kadang terjadi di pendidikan pamong praja. Jadi suasana persaudaraan benar-benar tercipta.

 

 

 

 

 

 

 

C. HAMBATAN

 

1. Acuan B3 masih  bersifat rintisan, agak abstrak, masih terlalu filosofis. Wajar belum ada contoh kongkrit yang operasional. Awalnya agak kesulitan mengimplementasikannya. Tapi fleksibelnya, akhirnya justru kelenturan acuan Kemdiknas membuka kesempatan RB3 memodifikasi kegiatan sesuai kekhasan/ karakteristik lokal, tapi secara substantif tidak melenceng dari landasan filosofinya.

2. Memerlukan sosialisasi RB3 yang intensif. Walaupun relatif  telah menjalankan fungsi B3 di pondok pesantren, namun masih perlu adaptasi secara administratif dan formal pelaksanaan konsep RB3. Termasuk kesadaran mendokumentasikan kegiatan.

3. Luasnya target capaian. Karena RB3 memandang kegiatan tidak berhenti/ dibatasi masa proyek, tetapi juga memikirkan kelangsungan kegiatan pasca program. Maka konsekuensinya ada beban anggaran yang harus dialokasikan secara swadaya dari hasil pengelolaan RB3 untuk menjamin lembaga tetap eksis.

4. Dana RB3 2010 cair pada akhir bulan Agustus 2010, diharuskan memberikan laporan penyelesaian akhir penyelenggaraan RB3 paling lambat 15 Desember 2010, dengan format laporan pemanfaatan dana 100 % untuk selama 12 bulan (1 tahun anggaran 2010). “Ketidakkonsistenan” manajemen proyek tersebut memaksa pengelola RB3 Kumala melakukan riset operasi untuk merealisasikan rencana kegiatan sesuai jadwal, terutama pada fase kritis selama siklus proyek berlangsung. Tentunya dengan prinsip-prinsip manajemen.

5. Dana RB3 2010 berasal dari Kemdiknas pusat. Pusat melakukan pendampingan ke lokasi secara berkala. Mengingat pusat dengan binaan ada hambatan jarak, RB3 juga memerlukan pembinaan umum dari Dinas Pendidikan Provinsi, terutama Dinas Pendidikan Kab.Rembang.

 

 

 

 

D. PROGRAM TINDAK LANJUT :

 

RB3 Yayasan Kauman Lasem merencanakan menyelenggarakan program tindak lanjut  pada 2011. Adapun bentuk kegiatannya sbb :

 

  1. Pameran Lukisan Kaligrafi Karya Anak Negeri Nusantara. Sebagai rangkaian revitalisasi industri kebudayaan.Diramaikan bazaar hasil karya KBU (Kelompok Belajar Usaha) binaan RB3. Sebagai bentuk pengembangan aksara kewirausahaan.

 

  1. Pentas Drama Cerita Rakyat Lasem. Menampilkan lakon Perang Kuning Tahun 1750 M. Sebagai symbol nilai-nilai persatuan dan kepahlawanan kalangan santri bersama etnis Tionghoa, bangsawan dan abangan.Berperang bersatupadu melawan imprealis Belanda atau V.O.C.Lakon dimainkan Padepokan Seni Budaya Asmaul Husna binaan RB3. Lakon naskah cerita diproyeksikan diajukan pada program keaksaraan berbasis cerita rakyat. Pentas drama juga dimeriahkan Rebana RB3.Sejalan dengan mengangkat nilai-nilai pengembangan karakter dan budaya.

 

 

  1. Seminar Nguri-nguri aksara pegon. Dengan thema:Menggali Kesusasteraan Nusantara Beraksara Pegon dalam Bahasa Melayu, Jawa dan Arab. Penggalian tradisi klasik tentu saja membutuhkan kemampuan pembelajaran masa depan dengan memanfaatkan TIK (akses internet).Mendayagunakan warnet yang dikelola RB3. Dan menuntut kepiawaian pengembangan budaya baca.Melakukan studi pustaka di TBM dbw RB3.Seminar rencananya dihadiri : Dr.Nafron Hasyim, Pimpinan PT Tiga Serangkai Solo, pensiunan Staf Ahli PN Balai Pustaka. Dr.Sapardi Djokodamono, Penyair. Dr.H.Shofiyullah, Dosen UIN Yogyakarta. Sugeng Utomo, Yayasan At Turats. M.Shobirin, peneliti.

 

 

 

 

E. Lampiran-lampiran

 

a. Pemanfaatan dana beserta bukti-bukti kuitansi pengeluaran, termasuk setoran pajak sesuai ketentuan yang berlaku.(Bukti NPWP)

b. Foto/ vidieo dan dokumen pendukung lainnya.(Foto-foto kegiatan )

 

Dokumen hasil berupa naskah buku dan buku ajar.

Buku ajar pelatihan internet tingkat dasar dalam bentuk VCD interaktif produksi P2PNFI Reg.II Semarang.

Daftar buku ajar dalam bentuk cetakan:

1. Kitab Riadlus Sholihin terjemah, “penggembelengan dalam rangka menjadi orang-orang saleh”.(Bahan ajar pengembangan karakter).

2. Bahan ajar internet tingkat lanjut:

a. “Menggunakan google”,S.Eko Yulianto.

b. “Download”, Abdul Rozaq SIP

c. “Panduan browsing”, Rizky Dhanta

3. Bahan ajar kaligrafi:

a. “Qiwaamul khath”, Mutholib al Fasirif.

b. “Contoh Kaligrafi Arab”, dengan bacaan hurup latin dan artinya, HM Faqis Dalil

4. Buku panduan pengelolaan TBM Kumala

a. “Manajemen Perpustakaan”, Lasa HS

b. “Dasar-dasar Ilmu Perpustakaan”, Widji S

c. “Pedoman penyelenggaraan perpustakaan”, R. Syahrial

d. “Pengantar Klasifikasi”, Drs.Towa Hamakonda.

e. “Panduan penyelenggaraan TBM”, Dikmas Ditjen PLS, 2006

f. “Pedoman pengeloaan TBM”, Dikmas Ditjen PLS, 2006

5. Buku ajar pelatihan menjahit:

a. “Panduan lengkap sulam dilengkapi dengan teknik sulam benang, sulam pita, seni peyet, stumwark”, Ida Yuliati.

b. “Aksesoris dan perlengkapan anak dengan kain felt”, Emi Risma Inawati.

c. “Pintar menjahit untuk pemula”, Nur Astri Damarwanti.

d. “Merajut yuk”, S.Purwati.

e. “Teknik mudah menyulam bullion”, AJ Bosra.

f. “Pola dasar dan pola busana”, Djati Pratiwi.

g. “Disain bordir”, motif flora dan fauna (buku 1 & 2),

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s