rb3kaumanlasem

Just another WordPress.com site

PENGALAMAN MENGUNJUNGI PUSAT PENANGGULANGAN BENCANA KITAKU JEPANG Februari 14, 2012

Filed under: Rb3 kauman lasem rembang — rb3kaumanlasem @ 11:08 pm

 

PENGALAMAN MENGUNJUNGI PUSAT PENANGGULANGAN BENCANA KITAKU JEPANG DAN MUSEUM PERINGATAN PERDAMAIAN HIROSHIMA

Pada tanggal 25 Januari s/d 4 Februari 2012 12 dari Pimpinan Pondok Pesantren di seluruh Indonesia, termasuk KH.M.Zaim Ahmad Ma’shoem Pembina RB3 Pondok Pesantren Kauman Lasem mengunjungi Jepang atas undangan Gaimuso, Kementerian Luar Negeri Jepang. Tempat berkesan yang dikunjungi antara lainPusatPenanggulanganBencanaKitakuJepangdanMuseumPeringatan PerdamaianHiroshima.Adabeberapa pelajaran berharga dari kunjungan tersebut untuk dapat diterapkan/ dipadukan diIndonesiadalam rangka Program Penanggulangan Bencana dan Pasca Bencana di daerah-daerah.

 

1.Pemerintah Jepang mendirikan Pusat Penanggulangan Bencana Kitaku. Secara reguler menyelenggarakan simulasi penanggulangan bencana yang diikuti semua elemen masyarakat. Diikuti petugas terlatih penanggulangan bencana, relawan, pegawai pemerintah/ swasta, siswa SD sampai perguruan tinggi, dan berbagai elemen masyarakat lainnya.

Penyelenggaraan simulasi penanggulangan bencana dilakukan dengan sungguh-sungguh seperti kejadian sebenarnya. Dilakukan secara total dan teliti. Tidak main-main atau sekedar seremonial. Sangat serius, tidak boleh bercanda. Harus disiplin sesuai prosedur. Jika peserta melakukan kesalahan sedikit saja dalam posisi, sikap atau tindakan maka simulasi dihentikan sementara sampai ada pembetulan, karena dapat berakibat fatal pada kejadian sebenarnya. Simulasi bencana terdiri dari pemadaman api, gas beracun dan gempa.

Apakah Pusat Penanggulangan BencanaIndonesiasama dengan yang dimiliki Jepang dalam hal kemampuan teknologi, pengetahuan, fasilitas dan sistem manajemen?

 

2.Jepang mendirikan Museum Peringatan Perdamaian Hiroshima untuk peringatan dijatuhkannnya bom atom diHiroshimadanNagasaki. Memberi pesan perdamaian di muka bumi agar kita selalu koreksi diri dan menghilangkan rasa dendam dan permusuhan. Agar bangsa-bangsa di dunia lebih mengutamakan kesejahteraan ummat manusia daripada perang, menjalin kerjasama dan memajukan teknologi.

Museum Perdamaian tersebut memberikan inspirasi, dalam konteks penanggulangan bencana di Indonesia apakah pemerintah sudah mendirikan Museum Gempa dan Tsunami Aceh melambangkan perdamaian dan solidaritas  suku-suku bangsa di Indonesia yang begitu besar dan tulus untuk saudaranya suku bangsa Aceh sekaligus untuk penelitian gempa? Apakah sudah mendirikan Museum Merapi Yogya untuk penelitian gunung merapi dan hubungannya dengan budaya local/ setempat? Apakah sudah mendirikan Museum Lumpur Lapindo untuk penelitian geografis dan pengembangan kawasan terpadu? Pemerintah Jepang dapat membantu PemerintahIndonesiauntuk merealisasikannya dengan melibatkan komunitas setempat seperti pondok pesantren dan masyarakat rawan bencana lainnya.

 

3.Untuk meminimalisir resiko bencana kemampuan presisi BMG Indonesia masih perlu ditingkatkan. Dan mencontoh Jepang : Rumah kayu dan tembok untuk pemukiman dan perkantoran di Jepang hampir semuanya telah memenuhi standard konstruksi anti gempa.

 

4. Gelombang tsunami di Jepang 11 Meret 2011 sepanjang 500 km dari garis pantai. Memakan korban 15.000 orang tewas dan 3000 orang hilang. Telah mengajarkan bahwa masyarakat Jepang yang mendapat musibah tetap sabar, tabah, saling menolong,  dan mau antri. Tidak ada penjarahan dan meminta-minta di jalan (mengemis). Warga yang selamat membentuk task force relawan sigap bencana. Menunjukkan mereka telah matang, terbukti tidak begitu panik, tetapi bersikap rasional dan realistis. Dibantu petugas dan relawan yang menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh, professional, sukarela, bekerja siang dan  malam dalam keadaan darurat bencana. Bahkan mengutamakan keselamatan korban daripada keselamatnnya sendiri, seperti yang dicontohkan oleh perawat asalIndonesiayang bekerja di Negara Sakura tersebut.

Masyarakat umum Jepang sendiri selama ini menjaga ,memelihara dan melestarikan alam dan lingkungan. Nilai-nilai positif moralitas bangsa Jepang tersebut sejalan dengan nilai-nilai yang lahir dan tumbuh di dunia pesantren selama berabad-abad. Mencontoh Jepang, ketahanan masyarakatIndonesiaterhadap bencana di daerah-daerah perlu dilakukan dengan menanamkan  nilai-nilai tersebut yang digali dari falsafah Pancasila. Dan pondok pesantren dapat terus menerus membantu melakukan sosialisasi (transformasi nilai).

Bukan sekali ini saja Jepang tangguh menghadapi bencana.

Seperti pembomanHiroshimaoleh Amerika Serikat yang didahului oleh penyerangan Jepang terhadap basis militer Amerika Serikat di  Pearl Harbor, Hawai tahun 1941.

Maka pada pukul 08.15 pagi, tanggal 6 Agustus 1945, bom atom dijatuhkan dan diledakkan kira-kira 580 meter di atas pusatkotaHiroshima. Dalam waktu singkat, ledakan bom atom tersebut memusnahkan dan menghanguskankota, serta menyapu bersih kehidupan yang tidak ternilai harganya dan menimbulkan kerusakan pada seluruh fungsikota. Bom atom ini meluluhlantakkan segala benda yang berada di bawahnya dengan kekuatan radiasi tinggi yang menembus dan menghancurkan sel-sel tubuh manusia. Temperatur udara di daerah pusat ledakan mencapai beberapa juta derajat celcius (Besi meleleh pada suhu 1536 derajat celcius). Sampai jarak 2 km baju dan cucian yang ada di luar rumah langsung terbakar. Ledakan bom atom disertai tekanan udara  menimbulkan kerusakan total rumah kayu berjarak 2,3 km. Sekitar 85 %  gedung-gedung yang terletak radius 3 km mengalami kerusakan. Sampai jarak 600 meter menimbulkan gelembung-gelembung pada atap keramik. Belum lagi kerugian moril, ancaman kehidupan dan kerusakan psikologis bagi mereka yang selamat dari bencana bom atom terbesar sepanjang sejarah. Mereka yang selamat juga kehilangan sanak saudara, tetangga dan hubungan sosialnya. Kerusakan yang tidak nyata terlihat berupa rasa sakit yang diderita para korban. Kerusakan terjadi secara cepat, meluas dan menyakitkan, memberikan dampak social yang tiada habisnya.

Adapun kerusakan jasmani yang disebabkan oleh bom atom tersebut adalah luka-luka yang ditimbulkan oleh sinar panas yang membakar apa saja di bumi. Perkiraan korban tewas 150.000 orang. Disamping luka-luka akibat sinar panas dan ledakan, kerusakan terhadap tubuh manusia akibat bom atom termasuk hancurnya sel-sel oleh radiasi. Korban radiasi pada tubuh manusia yang disebabkan oleh ledakan bom atom secara kasar dikategorikan sbb: Dalam kadaan tiidak sadar atau koma, meninggal dalam beberapa jam. Kerusakan pada sumsum tulang, jumlah sel dan darah putih menurun diperkirakan meninggal dunia dalam waktu 30 hari. Mual dan muntah-muntah, pembentukan sel pada sumsum tulang belakang dan darah putih menurun. Perubahan tampak pada getah bening yang dihasilkan oleh sumsum tulah belakang. Resiko terendah tidak timbul gejala, namun berpotensi beberapa tahun kemudian. Setelah pemboman gejala yang terjadi setelah radiasi timbul secara tiba-tiba, dan mereda setelah 5 bulan yang disebut “akitat akut” meliputi

a.Penyakit gangguan pencernaan (mual-mual, kehilangan nafsu makan, diare)

b.Penyakit syaraf (sakit kepala, mengigau, sulit tidur)

c.Kelelahan (rambut rontok, kehilangan tenaga, badan lemah)

d.Pendarahan (muntah darah, kencing darah, berak darah)

e.Infeksi (demam, sariawan, infeksi kulit)

f.Penyakit darah (kehilangan sel darah putih atau sel darah merah)

g.Penyakit yang mempengaruhi organ pembiakan/ reproduktif (tidak mempunyai sperma, gangguan menstruasi).

Lama setelah pengaruh radiasi akut mereda, kerusakan yang disebabkan oleh radiasi terus berlanjut dan menimbulkan masalah-masalah fisik (cacat) yang meluas. Seperti keloid (jaringan luka bakar yang sembuh mulai membengkak dan tumbuh tidak normal. Seperti tumpukan daging dan membelit), leukemia (penyakit darah putih yang berbahaya), kanker (kanker payudara, paru-paru dll), pengaruh genetic/ keturunan, dll.

Bom atom mempunyai pengaruh yang berkepanjangan dan total. Korban yang meninggal tidak hanya mereka yang mati seketika pada waktu ledakan. Tetapi temasuk para penduduk yang berusaha menyelamatkan diri dari pemboman, juga mereka yang memasukikotaterkontaminasi radiasi  setelah terjadinya pemboman sehingga banyak orang yang meninggal kemudian.

Dapat dibayangkan kedahsyatan bencana kemanusiaan yang ditimbulkan senjata nuklir nanti yang kekuatan perusak dan radiasinya berkali-kali bom atom.

Sebelum pembomanHiroshima, seluruh pabrik diHiroshimamengubah seluruh keperluan rakyat sehari-hari, menjadi produksi barang kebutuhan militer. Kebutuhan sehari-hari wargakotamenjadi sulit dan sangat terbatas, sebab besar-besaran telah dikerahkan untuk melayani kebutuhan perang atau militer. Sehingga wargaHiroshimasemakin menderita pasca pemboman. Tidak jauh beda korban bom atom diNagasakimerenggut nyawa tidak kurang 100.000 orang.

Adaanggapan bahwakotamati yang sudah luluh lantak ini tidak bisa dibangun kembali dan tanaman tidak akan bisa tumbuh diHiroshimadanNagasakiselama 75 tahun. Namun ajaib, korban yang selamat kembali dari tempat evakuasi dan segera membangun tempat penampungan sementara. Pasca kekacauan sehabis perang dan kebingungan yang meluas dalam suasana psikologis kalah perang dan pendudukan asing, penduduk berusaha terus menerus membangun kotanya sambil menghadapi keterbatasan, hambatan dan kesusahan yang sangat berat.

Namun kerusakan yang ditimbulkan bom atom tidak dapat dipulihkan dalam jangka beberapa waktu. Walaupun rehabilitasi telah bertahun-tahun bahkan melewati beberapa decade, ketakutan terhadap bahaya radiasi selalu muncul. Penelitian mengenai efek radiasi merupakan suatu keharusan dan dilakukan segera setelah Jepang merdeka. Penelitian mengenai pengaruh lanjutan radiasi dan ungkapan kesedihan para korban berangsur-angsur diadakan secara terbuka dan ditangani.

Perhatian pemerintah terhadap korban bom atom juga dilakukan lewat undang-undang. Tahun 1957 dibuat Undang-Undang Perawatan Korban Bom Atom dan tahun 1968 melalui Undang-Undang Kesejahteraan Khusus Korban Bom Atom. Dibuat untuk memberikan jaminan perawatan dan kesejahteraan terhadap korban yang selamat. Kedua undang-undang tersebut pada tahun 1995 digabung menjadi Undang-Undang mengenai Bantuan terhadap Korban Bom Atom yang Selamat. Dengan undang-undang ini memungkinkan diberikannya bantuan yang terpadu kepada korban yang berkaitan dengan kesehatan sekaligus kesejahteraannya pula.

Seakan menjadi langganan gempa,  pada 17 Januari 1995 gempa bumi di Kobe meski beberapa detik tapi efek kerusakannnya sangat fatal. Berkekuatan goncangan 7 (tidak memakai parameter skala richter). Gempa dahsyat tersebut memakan korban 6000 orang tewas.

Seperti halnya  di Indonesiabelakangan ini sering mengalami bencana. Baru-baru iniIndonesiamendapat pengakuan/ penghargaan dari PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) yang diterima Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terhadap kemampuan Negara ini melakukan rehabilitasi dengan cepat dan tepat pasca bencana. Di masa pemerintahan SBY banyak sekali wilayahIndonesiamengalami bencana. Mungkin Indonesia-Jepang bisa saling belajar dan berbagi.

5.Rahasia ketangguhan bangsa Jepang melewati dari bencana ke bencana.

Sungguh ketangguhan Jepang  terhadap bencana merupakan pemandangan keajaiban peradaban suatu bangsa dengan moralitas tinggi di abad ini. Tragedi kemanusiaan yang menimpanya memberi motivasi untuk bangkit. Untuk mengabadikan penderitaan dan perjuangan tersebut dibangun Museum Peringatan Perdamaian Hiroshima dan 3 bangunan lainnya yaitu :

I.Tugu Peringatan Korban Bom Atom. Dengan ikrar kebulatan tekadHiroshimayang memikul penderitaan di masa lalu, bekerja keras lebih penting daripada kemarahan dan kebencian, guna merealisasasikan perdamaian dan kemakmuran bersama.

II.Monumen Perdamaian Anak-anak. Juga dikenal dengan nama Menara Bangau-bangau Kertas. Monumen ini diilhami oleh Sadako Sasaki, anak gadis periang yang lumpuh oleh pengaruh radiasi lanjut, terjangkit leukemia 10 tahun kemudian. Di rumah sakit, ia melipat-lipat kertas membuat lebih dari seratus bangau dari kertas pembungkus obat dengan harapan dapat sembuh dari penyakitnya. Sadako dan teman sekelasnya terus melipat kertas membuat bangau sampai ajal menjemputnya. Untuk mengenang menghormati perjuangan, kesabaran dan ketulusan hatinya, teman-temannnya menggugah masyarakat dunia membangun monument tersebut,

III.Kubah Bom Atom

Sejak permulaan abad 20 Hiroshimaberkembang secara ekonomi membutuhkan fasilitas pusat melalui rute-rute perdagangan. Maka pada tahun 1915 selesai dibangun Balai Pameran Perdagangan Hiroshima.  Dan tahun 1921 berganti nama menjadi Balai Pameran Produksi Propinsi Hiroshima. Dan tahun 1933 berganti nama lagi menjadi Balai Promosi Industri Propinsi Hiroshima. Selama perang , ekonomi Jepang menjadi lebih buruk. Puncaknya bangunan 160 meter itu rusak berat oleh ledakan bom atom. Semua orang dalam gedung tewas. Ajaibnya sebagian dari pusat kubah masih tetap berdiri tegak. Kerangka kubah bangunan tersebut tampak menjulang tinggi dari reruntuhan dan mudah dikenal sehingga terkenal sebagai “Kubah Bom Atom”, kemudian diabadikan sebagai symbol perdamaian dunia dan tentu saja memberi spirit kebangkitan ekonomi Jepang dan pantang  menyerah (semangat bushido). Karena tingginya arti kubah tersebut bagi perdamaian dan mewariskan perjuangan panjang masyarakat Hiroshimakemudian tahun 1996 dimasukkan  ke dalam daftar warisan dunia UNESCO sebagai Peringatan Perdamaian Hiroshima.

Keberhasilan Jepang sekarang ini tidaklah dapat dipisahkan dari kebangkitan bangsa Jepang dari keterpurukannya sebelum lahirnya era terang yang sering disebut sebagai “Restorasi Meiji”. Peristiwa Restorasi Meiji 1868 adalah sejarah agung manusia Jepang yang pengaruhnya begitu abadi bagi bangsa Jepang hingga saat ini.

Restorasi meiji.. suatu pembelajaran dari Jepang yang cukup baik untuk kita renungkan dan terapkan semangatnya bagi Indonesia agar Indonesia menjadi negara yang kembali bangkit menjadi Negara maju. Dalam kontek  masyarakat yang tidak mau berubah tidak akan mampu menghadapi perkembangan zaman, ilmu pengetahuan dan kemajuan teknologi, mereka akan tertinggal dan terus tertinggal.
Lalu bagaimana dengan bangsa Indonesia? Di kawasan Asia Tenggara, bangsa Indosesia dalam banyak hal sering dikonotasikan negatif oleh bangsa lain. Setelah lebih dari 60 tahun merdeka, dan baru-baru ini telah memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang Ke-100, serta Reformasi 1997  masih saja bergerak lamban, bahkan mungkin saja jalan di tempat. Seharusnya kita melihat bangsa lain yang semakin maju seperti Jepang ini yang sebelumnya juga terbelakang, miskin dan tradisionil, sebagai cambuk untuk maju.

Melihat kepada keberhasilan manusia dan masyarakat Jepang yang cukup menarik perhatian umat manusia karena berbagai hal, bangsa Jepang telah membelalakkan mata dunia pasca pemboman Hiroshima dan kekalahan perangnya kembali bangkit menjadi pemenang di masa damai dengan menjadi bangsa yang pilih tanding dalam kompetensi ilmu pengetahuan dan teknologi.

Restorasi Meiji inilah sebagai katalis dalam kemajuan Jepang menuju negara industri maju. Keberhasilan Restorasi Meiji ini diakui dunia tidak ada bandingannya di seluruh dunia. Dalam jangka waktu hanya sekitar 30 tahunan telah berhasil membawa Jepang dari negara terisolasi menjadi negara maju yang kompetitif dengan negara-negara barat.

Restorasi Meiji ini juga telah melahirkan tokoh-tokoh yang amat berpengaruh bagi kemajuan Jepang seperti Fukuzawa Yukichi tokoh modernisasi pendidikan Jepang, Dalam era Restorasi Meiji ini ia mampu memberi pengaruh yang amat besar, yang hingga kini mampu menggerakkan masyarakat Jepang untuk mencari ilmu dan terus belajar.

Perubahan yang begitu besar bagi masyarakat Jepang ini juga tidak terlepas dari mental model manusia Jepang yang memang telah lama diwarisi dan terbentuk oleh mental Bushido atau jalan hidup samurai (kerja keras, jujur, ikuti pemimpin, tidak individualis, tidak egois, bertanggung jawab, bersih hati, harus tahu malu).

Selain itu konsistensi karakter manusia Jepang baik dirumah, sekolah maupun di masyarakat, juga berpengaruh bagi terwujudnya social order yang nampak otomatis dimiliki manusia Jepang. Realitas bangsa Jepang yang sungguh-sungguh memberikan kontribusi dan menolong manusia lainya (20% : 80%), juga memberi pengaruh bagi terbentuknya karakter manusia Jepang dengan filosofinya yang rasionalis.
GAMBARAN UMUM RESTORASI MEIJI

Dahulu, Jepang merupakan negara yang sangat miskin sehingga banyak orang-orang Jepang yang merantau meninggalkan negaranya mencari kehidupan baru di Amerika, Brazil atau Peru yang saat itu sedang dalam proses kelahiran suatu negara. Sehingga tidak heran kalau pernah mendengar istilah “Nikei” yaitu sebutan untuk orang Amerika, Brazil, atau Peru keturunan Jepang.
Dalam kurun waktu bergulirnya Restorasi Meiji (Meiji Ishin) tahun 1868 dan dekade sesudahnya, bangsa Jepang telah membuktikan diri kepada dunia sebagai bangsa yang memiliki kompetensi ilmu pengetahuan dan teknologi maju yang dapat disejajarkan dengan Amerika dan negara maju lainnya.

Restorasi Meiji merupakan usaha besar-besaran kaisar Meiji untuk menciptakan Jepang baru, yaitu transformasi dari negara yang terisolasi dan miskin menjadi negara yang modern. Restorasi Meiji membawa perubahan besar dalam kehidupan bangsa Jepang, terutama pendidikan. Sebelum Restorasi Meiji, Jepang melaksanakan pendidikannya berdasarkan sistem masyarakat feodal, yaitu pendidikan untuk samurai, petani, tukang, pedagang, serta rakyat jelata. Kegiatan ini dilaksanakan di kuil dengan bimbingan para pendeta Budha yang terkenal dengan sebutan Terakoya (sekolah kuil) .
Dalam kurun waktu bergulirnya Restorasi Meiji (Meiji Ishin) tahun 1868 dan dekade sesudahnya, bangsa Jepang telah membuktikan diri kepada dunia sebagai bangsa yang memiliki kompetensi ilmu pengetahuan dan teknologi maju yang dapat disejajarkan dengan Amerika dan negara maju lainnya.

Hal yang terpenting dari restorasi ini adalah restorasi dibidang pendidikan, yaitu mengubah sistem pendidikan dari tradisional menjadi modern (saat itu dimulai dengan mengadopsi sistem Jerman), program wajib belajar, mengirim mahasiswa Jepang untuk belajar ke luar negeri (ke Francis dan Jerman), dan meningkatkan anggaran sektor pendidikan secara drastis.
Semenjak Restorasi Meiji dikibarkan pemerintah Jepang terus menjalankan kebijaksanaannya dengan mulai giat menerjemahkan dan menerbitkan pelbagai macam buku, di antaranya tentang ilmu pengetahuan, sastra, maupun filsafat. Para pemuda banyak dikirim ke luar negeri untuk belajar sesuai dengan bidangnya masing-masing, tujuannya jelas yaitu mencari ilmu dan menanamkan keyakinan bahwa Jepang akan dapat setara dengan kemajuan dunia Barat.
Sebuah doktrin penting yang mengilhami restorasi Meiji dan menjadi pandangan hidup orang Jepang tentang pentingnya pendidikan, dirumuskan pertama kali oleh Fukuzawa Yukichi, bapak pendidikan Jepang yang hidup pada zaman Meiji. Menurut Fukuzawa dalam bukunya berjudul Gakumon no Susume (Jepang: di antara Feodalisme dan Modernisasi), kedudukan manusia dalam suatu negara harus ditentukan oleh status pendidikannya, bukan oleh nilai-nilai yang dibawa sejak lahir sebagai warisan. Atas pemikiran dan upaya yang luar biasa dari Fukuzawa dalam merestorasi pendidikan Jepang, pemerintah Jepang hingga saat ini memberikan kehormatan tertinggi dengan menampilkan gambar Fukuzawa dalam nilai tertinggi dari mata uang Jepang, sepuluh ribu yen.
Kemajuan bangsa Jepang terus bertambah sesudah tentara pendudukan Amerika Serikat (AS) — setelah Jepang kalah perang pada PD II — banyak memberikan dorongan pada bangsa Jepang untuk mencurahkan perhatiannya pada bidang pendidikan. Struktur baru pendidikan yang dikembangkan Amerika Serikat dalam Cummings (1984), ada empat hal pokok yang dapat dijelaskan.
Pertama, sekolah dasar (SD) wajib selama enam tahun dan tidak dipungut biaya. Tujuannya untuk menyiapkan anak menjadi warga yang sehat, aktif menggunakan pikiran, dan mengembangkan kemampuan pembawaannya. Kedua, sesudah SD ada sekolah lanjutan pertama selama tiga tahun, bertujuan untuk mementingkan perkembangan kepribadian siswa, kewarganegaraaan, dan kehidupan dalam masyarakat serta mulai diberikan kesempatan belajar bekerja.
Ketiga, setelah sekolah lanjutan pertama, ada sekolah lanjutan selama tiga tahun. Bertujuan untuk menyiapkan siswa masuk perguruan tinggi dan memperoleh keterampilan kerja. Keempat, universitas harus berperan secara potensial dalam mengembangkan pikiran liberal dan terbuka bagi siapa saja, bukan pada sekelompok orang. Munculnya struktur baru pendidikan di Jepang yang di kembangkan Amerika Serikat, merupakan bentuk “revisi” dari struktur pendidikan lama yang sudah ada sebelum Perang Dunia II.
Saat ini wajib belajar masih dijalankan dengan ketat dijepang dari SD sampai SMA, sehingga tidak heran hampir 100 persen penduduk Jepang tamat SMA dan hampir tidak ada yang buta hurup, artinya hampir 100 persen penduduk Jepang dapat membaca kanji yang jumlahnya sekitar 3000 kanji beserta kombinasi berikut cara bacanya.
Sebagian besar lulusan SMA di Jepang melanjutkan ke universitas atau sekolah kejuruan. Ada juga universitas terbuka istilahnya “Hosyo daigaku” yang perkuliahannya dilakukan melalui TV swasta khusus selama 18 jam nonstop setiap hari, dan materinya diberikan oleh profesor-profesor yang cukup terkenal diseluruh Jepang. Prosentase lulusan S-1 yang melanjutkan S-2 sangat besar, contohnya apa yang dilakukan oleh Osaka University, hampir 70 persen mahasiswa S-1 diuniversitas ini melanjutkan S-2, dan 10 persen ke S-3. Karena wajib belajar, uang sekolah dan fasilitas lainnya dari SD sampai SMP terutama untuk keluarga menengah kebawah menjadi kewajiban negara .
Investasi yang ditanamkan Jepang untuk pendidikan sangat besar namun hasil yang diperolah dari investasi tersebut sangat signifikan, sebagaimana yang kita lihat tentang Jepang sekarang ini dengan GNP melebihi 34.000 USD (Indonesia 700 USD). Korelasi antara majunya pendidikan Jepang dan kemajuan industrinya benar-benar terwujud. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilan bangsa Jepang tumbuh menjadi negara industri utama di Asia, yang kedudukannya sejajar dengan bangsa Barat lain seperti Inggris maupun Prancis.

PEMBELAJARAN BAGI RB3 PONDOK PESANTREN

RB3 Pondok Pesantren Kauman menyimpulkan kunci ketangguhan Jepang antara lain terdiri dari :

  1. Jepang memiliki modal dasar nilai-nilai positif yang telah tertanam di masyarakatnya.
    Tidak terlepas dari mental model manusia Jepang yang memang telah lama diwarisi dan terbentuk oleh mental Bushido atau jalan hidup samurai (kerja keras, jujur, ikuti pemimpin, tidak individualis, tidak egois, bertanggung jawab, bersih hati, harus tahu malu). Nilai-nilai Timur tetap dipegang teguh.
  2. Kepemimpinan Shogun TokugawaYoshinobu memelopori gerakan Restorasi Meiji.
  1. Pemerintah Jepang banyak memberikan dorongan dan subsidi pada bangsanya untuk mencurahkan perhatiannya pada bidang pendidikan. Agar terus belajar dan mencari ilmu.
  2. Menjadi negara terbuka sejak tahun 1853 masuknya Laksamana Perry. Membawa teknologi dan nilai-nilai rasional (modernisasi). Menginspirasi persaingan menjadi Negara maju.

 

 

 

Restorasi Indonesia ala Pondok Pesantren Kauman minimal terdiri dari:

  1. Agar gerakan restorasi efektif dimulai dari kyai karena menjadi sentral kepemimpinan di pondok pesantren dan lingkungan di sekitarnya. Memiliki jiwa progresif dan egaliter. Didukung kekayaan kitab-kitab klasik serta kaidah ushul fiqh. Nilai-nilai  yang berakar dalam pondok pesantren. Hubbul ilmi (cinta semua ilmu) dan etos kerja keras dan kewirausahaan santri yang telah teruji selama ini, serta di masyarakat tidak gengsi memulai kerja dari nol. Pendidikan karakter yang terbentuk  sejak di pesantren

 

  1. Dukungan lingkungan: Indonesia dengan falsafah Pancasila yang berakar dari budaya nusantara. Namun harus memiliki moral kuat. Etika bangsa Indonesia tidak boleh lemah, lembek, serba longgar yang memunculkan virus mental korup dan pemalas. Pendidikan karakter harus menjadi perhatian utama, tidak sekedar suplemen kurikulum.

Alokasi 20 % alokasi APBN/D untuk sector pendidikan harus dilaksanakan konsisten, tepat guna dan sasaran (azas manfaat).

Dalam konteks penanggulangan bencana di Indonesia, pentingnya memasukkannya dalam kurikulum pendidikan nasional, memperbesar alokasi anggaran pendidikan penanggulangan bencana dan sarana prasarana pendiidikan anti gempa dan bebas banjir serta bantuan pasca bencana bagi dunia pendidikan.

  1. Pondok Pesantren dan Indonesia memiliki jiwa terbuka. Memungkinkan masuknya nilai-nilai baru yang selektif untuk memperkuat nilai-nilai dari dalam. Seperti nilai-nilai yang dimiliki pondok pesantren  dan Restorasi Meiji yang dapat saling mengisi serta menerima pandangan modern sekaligus kearifan lokal tradisi.

Jepang, 4  Februari 2012

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s