rb3kaumanlasem

Just another WordPress.com site

DESKRIPSI KEGIATAN BALAI BELAJAR BERSAMA “ KUMALA” LASEM Desember 24, 2011

Filed under: Rb3 kauman lasem rembang — rb3kaumanlasem @ 8:58 am

1.  Pengembangan karakter dan budaya

         Tradisi penguatan karakter sebagai warga dan sebagai bangsa adalah salah satu proyek yang belum selesai sejak berdirinya Republik Indonesia puluhan tahun silam. Penguatan karakter,sikap,kepribadian bukanlah proyek ideologisasi watak dalam satuan sel yang seragam yang di kendalikan  dari pusat . Penguatan karakter , sikap, dan kepribadian dalam pengertiannya yang terbaru  di sini  mengambil lokus pada penciptaan karakter individu dan sekaligus kolektif yang memiliki wawasan majemuk , semangat keragaman ,kepekaan sosial yang tinggi,kreatif,dankemandirian.Praksisnya dalam gelanggang sejarah kebangsaan, kegiatan ini banyak mengambil bentuk kursus,pengajian keagamaan, atau edukasi sosial berorientasiKemandirian dan kebersamaan.

2.  Revitalisasi industri kebudayaan

Industri kebudayaan matra baru melihat kebudayaan yang tak sekedar benda statis dan terbeli, tapi juga terkelola dengan etos peradaban dengan nilai ekonomi kreatif menjadi bagian tak terpisahkan  di dalamnya. Di tengah arus kian merosotnya cadangan sumber daya alam yang di miliki, seluruh anasir bangsa di dorong untuk membekali dan bersiap diri dalam lingkup ekonomi baru yang di sebut ekonomi berbasis kreativitas. Dalam hal ini modal dasar yang sudah di punyai adalah kekayaan tradisi dan pengetahuan tradisional dan itu membutuhkan pengelola-pengelola baru dengan pikiran-pikiran baru. Fungsi Balai Belajar Bersama “KUMALA” dalam usaha merevitalisasi pranata- pranata dan modal kebudayaan yang sudah ada dalam masyarakat ini adalah menyodorkan kembali kemungkinan-kemungkinan baru bagi pengembangan potensi kreatif dari kelompok atau komonitas untuk berdaya, mandiri , dan mejadi motor pengerak bagi pengayaan tradisi keberaksaraan. Elemen-elemen yang di maksudkan adalah pesantren, sanggar seni tradisi,  dan modern. Pesantren Kauman Lasem yang tak hanya mengajarkan bagaimana membaca kitab suci tapi juga pengayaan tradisi menulis dang kaligrafi nusantara (huruf arab) dengan menyelengarakan kursus kaligrafi. Menggabungkan kerajinan tangan berbahan baku local seperti kayu, kain bordir atau gabus . Mengembangan pola belajar yang rutin ,unik, dan kreatif antara satu angota dengan angota lainnya. Sekaligus mengangkat kembali budaya tulis pegon kekayaan budaya nusantara tak ternilai dalam kemasan seni kaligrafi.  Media efektif menyampaikan pesan moral dan mempertahankan keberlangsungan seni tradisi bangsa. Progam rintisan Balai Belajar Bersama  “ KUMALA” ingin memunculkan kembali semangat tradisi asli yang tepat guna mengakar ratusan tahun dalam bentuk aksi dan pesan moral bangsa yang lebih kontekstual dan berorientasi ke masa depan.

3. Pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender

Kedudukan dan peran perempuan dalam segenap aspekperubahan sosial di indinesia di akui banyak pihak sangat penting dan srategis , namun demikian ,boleh jadi karena pengaruh berkepanjangan dari budaya patriarkat , dimana kaum laki-laki pada umumnya lebih dominan dalam pengambilan keputusan di dalam keluarga dan masyarakat ,  maka kaum perempuan berada agak tertinggal di belakang , kesetaraan gender pun timpang.adalah fakta bahwa , dalam peran-peran sosial kemasyarakatan , kedudukan dan peran kaum perempuan pada umumnya masih tertinggal dari kaum laki-laki. Fungsi Balai Belajar Bersama ( KUMALA ) di sini di magsudkan sebagai wahana pemberdayaan perempuan dalam pengertian yang seluas-luasnya ,sekaligus untuk mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan , keterlibatan perempuan mengikuti pendidikan yang sestemik dib alai belajar bersama merupakan pengkaderan dan pencerahan , berpartisipasi aktif sebagai pengelola , tutor maupun warga belajar . antara perempuan dan laki-laki memeiliki hak dan kewajiban yang sama.

4. Penyelamatan dan pemeliharaan lingkungan

Salah satu isu yang paling menyita perhatian dunia dalam satu dasawarsa terakhir adalah isu iklim dan lingkungan. Kesadaran tentang penyelamatan lingkungan kemudian menjadiarus besar gerakan yang melibatkan seluruh pemangku kehidupan, baik pemerintah maupan masyarakat. Sebagai sebuah isu besar dan luas, maka partisipasi untuk menyelamatkan bumi lewat gerakan lingkungan mestilah menjadi perhatian seluruh komunitas dan lembaga-lembaga kemasyarakatan. Disini kemudian balai belajar bersama  “Kumala” menjadikan masalah lingkungan menjadi salah satu bentuk kepedulian. Mulai dari hal yang sederhana lingkungan sekitar tapi diselenggarakan sosialisasi secara terus-menerus yang melibatkan semua usia, hingga gerakan besar penghijauan hutan, gerakan kembali ke alam. Dengan demikian, balai menjadi tempat belajar bersama bagaimana mendamaikan hubungan alam dan adam lewat jalan kalam.

5. Pengembangan aksara kewirausahaan

Kemandirian sebuah masyarakat adalah tujuan dari setiap pembangunan masyarakat . kemandirian itu kerap di sandingkan dengan Etos kewirahusahaan . Etos kewirausahaan di sini bukan saja berdimensi ekonomi an sich. Tapi juga kewirausahaan sosial.jika kewirausahaan ekonomi adalah semata praktek tukar-menukarbarang untuk mengejar keuntungan , maka kewirausahaan social adalah sebuah usaha ekonomi yang di bangun secara bersama , berencana, sadar, dan kreatif dengan di mensiakhir adalah mendorong munculnya inisiatif public untuk melakukan pemberdayaan dirinya dalam konteks Balai , praksis dan pola pemberdayaan berbasis keaksaraan mengambil ruang Taman Bacaan Masyarakat “ KUMALA “ yang di kelola secara mandiri, berkesinambungan ,dan bisa menghidupkan pengelola ,warga pembelajar , dan juga memberi inspirsibagi gerakan publik yang lebih luas .kehadiran TBM memberi nilai keterbukaan pesantren , masyarakat . Balai Belajar Bersam mengajarkan hidup berdampingan dalam masyarakat multikultur, balai berbasis keberaksaraan ini juga berusaha mencari kemungkina-kemungkinan baru mendekatkan dan menyatukan  medium-medium  aksara dengan pondok pesantren yang menjadi ikon dalam sebuah pedesaan , bangunan-banguna minimarket, sekolah dan perkampungan . dengan demikian , medium-medium keberaksaraan tak kehilangan momentum dengan generasi yang tumbuh dengan cara berlari ke masa depan saat ini, untuk mengakomodasi tuntutan zaman tersebut . TBM menfasilitasi saran prasarana yang memadai dan kompleks.

6.Pembelajaran Masa Depan Dengan Memanfaatkan  TIK 

Setiap generasi tumbuh dan berkembang dalam situasi tingkat pegetahuan peradaban yang melingkupinya ,termasuk di sini adalah peradaban di mana manusia terhubung satu dan lainnya dengan begitu cepat di buana yang tersatukan . termasuk diIndonesiadi mana internet dan multimedia perlahan sudah menjadi kebutuhan keempat setelah pangan, sandang , dan papan . Filosopi yang dikandung oleh tradisi multimedia ini bersifat interaktivitas .Artinya , inilah era di mana pola yang bersifat paternalistic, top down , perlahan-lahan mulai bergesermenjadi informasi dan pengetahuan yang terdemokratisasikan . ciri dari demokratisasi informasi adalah bahwa transaksi informasi tak lagi  tertutup eklusif , melainkan terbuka,terjangkau ,dan terakses oleh publik . Balai Belajar Bersama “KUMALA” mencoba menjadi bagian generasi multimedia yang hidup berbasis informasi ini, Di sini Balai  menjadi semacam’ koperasi informasi’yang mengatur membagi (share ), dan mempasilitasi sirkuit lalu lintas informasi yang tersambung kepada warga pembelajar di selingkunganya untuk itu memerlukan penambahn perangkat computer dan jaringan sesuai banyaknya warga belajar  , internet telah menjadi sumber informasi penting, Balai Belajar Bersama atau pesantren harus juga pro aktif memberikan umpan  balik menjadi sumber informasi dunia maya . Namun masih memerlukan sosialisasipanjang aktualisasi ide pondok pesantren terbuka secara online.

7. Pengembangan Budaya Baca

Tradisi keberaksaraan masyarakat sangat erat kaitannya dengan budaya baca masyarakat . dan harus di akui,minat baca masyarakatIndonesiapada umumnya masih rendah . oleh karena itu menjadi sangat penting untuk menciptakan suasana kondusif bagi lahirnya masyarakat gemar membaca dengan memanfaatkan berbagai sarana dan prasarana serta  pranata-pranata sosial kemasyarakatan lainya baik di perdesaan maupun di ruang-ruangb publik . Balai Belajar Bersama ‘ KUMALA’ di harapkan berfungsi sebagai fasilatator dan katalisator bagi tumbuh suburnya  masyarakat gemar membaca dengan mewujudkan suasana nyaman bagi para calon pembaca dan menyediakan berbagai sarana dan prasarana baca yang dibutuhkan masyarakat. Fokusnya bisa berupa pengondisian gerakan membaca untuk penguata keberaksaraan bagi masyarat berkeaksaran rendah atau penguatan minat baca bagi masyarakat pada umumnya.

 

2 Responses to “DESKRIPSI KEGIATAN BALAI BELAJAR BERSAMA “ KUMALA” LASEM”

  1. Mr WordPress Says:

    Hi, this is a comment.
    To delete a comment, just log in, and view the posts’ comments, there you will have the option to edit or delete them.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s